Tokoh

Desa Sidan Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Dikunjungi Jurnalis Internasional

 Rabu, 19 Maret 2025

Kades desa sidan,

Newsyess.com, Gianyar. 

Gianyar | Newsyess.com - 19 Maret 2025 – Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, kembali menjadi sorotan internasional dalam upaya pengelolaan sampah berbasis sumber yang berkelanjutan. Kali ini, desa yang dikenal dengan sistem pertanian organiknya ini menerima kunjungan dari Earth Journalism Network, yang datang bersama sekitar 50 jurnalis dari berbagai negara. Kunjungan ini difasilitasi oleh Merah Putih Hijau (MPH), sebuah organisasi yang berkomitmen dalam pendampingan pengelolaan sampah berbasis sumber di berbagai daerah.  

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sidan, I Made Sukra Suyasa, SH, mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas kunjungan ini.  

"Kehadiran Earth Journalism Network merupakan kehormatan bagi kami. Ini menjadi kesempatan berharga untuk berbagi perjalanan dan komitmen kami dalam mewujudkan tata kelola sampah desa yang berkelanjutan. Kami berharap kunjungan ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak dalam menjaga lingkungan," ujar I Made Sukra Suyasa.  

Desa Sidan, Model Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Pertanian Organik  

Desa Sidan memiliki luas sekitar 288 hektare, terdiri dari 7 Banjar Adat/Dinas, 1 Desa Adat, dan 1 Desa Dinas, serta 7 wilayah subak yang membuat sekitar 70% warganya berprofesi sebagai petani. Sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan, desa ini menerapkan sistem pertanian organik yang terintegrasi dengan Subak, sistem irigasi tradisional yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.  

Selain itu, Desa Sidan juga mengembangkan Kissidan Eco Hill, sebuah destinasi ekowisata berbasis lingkungan dan pertanian organik yang menjadi daya tarik wisata edukasi bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.  

Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Dari TPS 3R hingga Pertanian Organik  

Sejak tahun 2021, Desa Sidan mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber sesuai dengan Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2019. Dengan pendampingan dari Merah Putih Hijau (MPH), desa ini membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) sebagai pusat pengelolaan sampah terpadu.  

Dalam sistem ini, sampah dipilah menjadi tiga kategori utama:  
1. Sampah Organik – Diolah menjadi kompos yang digunakan kembali oleh para petani untuk mendukung pertanian organik.  
2. Sampah Anorganik – Seperti plastik, dikumpulkan dan dijual ke mitra pengelola sampah Prisma Genggiri Luku.  
3. Sampah Residu – Yang tidak dapat didaur ulang, dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).  

Saat ini, Desa Sidan telah menerapkan pertanian organik di lahan seluas 35 hektare, dan secara bertahap akan terus diperluas. Para petani setempat juga diberikan edukasi dan pendampingan agar beralih ke sistem pertanian yang ramah lingkungan.  

Daya Tarik Internasional: Desa Sidan Sebagai Model Global  

Kunjungan Earth Journalism Network ke Desa Sidan bukan tanpa alasan. Para jurnalis yang berasal dari berbagai negara ini tertarik dengan kesuksesan Desa Sidan dalam mengintegrasikan pengelolaan sampah, pertanian organik, dan ekowisata dalam satu sistem yang berkelanjutan.  

"Sidan memiliki sistem TPS 3R yang lengkap, pengelolaan sampah organiknya berjalan baik, pemisahan sampah plastiknya jelas, dan yang terpenting, ada sinergi dengan sektor pertanian dan pariwisata. Ini adalah model yang patut dicontoh oleh desa-desa lain di dunia," ungkap salah satu peserta kunjungan.  

Tak hanya itu, Desa Sidan juga memiliki fasilitas ruang pertemuan dan objek wisata edukatif yang mendukung konsep wisata berbasis lingkungan. Para jurnalis internasional yang hadir tidak hanya meninjau TPS 3R, tetapi juga melihat langsung bagaimana sistem pengelolaan sampah diterapkan di desa ini.  

Harapan dan Masa Depan Desa Sidan  

Menutup acara kunjungan, Kepala Desa Sidan, I Made Sukra Suyasa, menyampaikan harapannya agar kunjungan ini semakin memotivasi masyarakat Desa Sidan untuk terus meningkatkan kesadaran dalam “pengelolaan sampah berbasis sumber”.  

"Kami berharap apa yang sudah kami lakukan bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak, baik di dalam maupun luar negeri. Kedepannya, kami akan terus berupaya memperluas pertanian organik dan menjadikan Desa Sidan sebagai desa percontohan dalam keberlanjutan lingkungan," tambahnya.  

Dengan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pihak yang peduli terhadap lingkungan, Desa Sidan membuktikan bahwa pembangunan yang ramah lingkungan bukan sekadar konsep, tetapi bisa diwujudkan dengan langkah nyata.  
(TimNewsyess)


TAGS :