Tokoh

I Wayan Sukasana: Menghidupkan Kembali LPD Cempaga dari Mati Suri Selama 30 Tahun, Aset mencapai Rp 1,4 Miliar.

 Selasa, 11 Februari 2025

Propil pemucuk lpd Desa adat cempaga

Newsyess.com, Bangli. 

 

Bangli | Newsyess.com – Perjalanan panjang I Wayan Sukasana dalam membangkitkan LPD Desa Adat Cempaga di Kabupaten Bangli bukan sekadar tugas administratif, melainkan panggilan hati. Dari kondisi mati suri selama tiga dekade, kini LPD yang dipimpinnya telah tumbuh dengan aset mencapai Rp 1,4 miliar.

Ketika ditemui Newsyess di Kantor LPD Cempaga pada Selasa (11/2/2024), Sukasana mengisahkan bagaimana perjuangannya membawa lembaga keuangan adat ini kembali ke jalur yang benar. "Saya tidak pernah membayangkan akan memimpin LPD. Saya lebih akrab dengan dunia pertanian. Tapi panggilan hati dan amanah masyarakat membuat saya berani mengambil tanggung jawab ini," ujarnya.

Awal Perjalanan: Dari Nol Hingga Rp 1,4 Miliar

Pada tahun 2020, LPD Cempaga berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Masyarakat kehilangan kepercayaan, operasional nyaris tidak berjalan, dan kas kosong. Namun, semangat untuk membangkitkan ekonomi desa adat tidak pudar. "Awalnya, modal pertama yang saya kumpulkan hanya Rp 35 juta dari iuran tujuh banjar adat. Itu pun dilakukan dengan penuh keterpaksaan, karena tidak ada sumber lain," kenangnya.

Kepercayaan masyarakat perlahan dibangun. Edukasi keuangan, transparansi pengelolaan, serta pendekatan kultural menjadi strategi utama. "Saya sering disemprot, dikritik, bahkan diremehkan. Tapi saya sadar, kepercayaan tidak bisa dibeli, melainkan harus dibuktikan," tegasnya.

Dalam waktu satu tahun, dana masyarakat mulai mengalir kembali ke LPD. "Tahun 2021-2022, barulah terlihat masyarakat mulai menabung dan percaya pada LPD ini lagi," katanya. Kini, setelah lima tahun kepemimpinannya, aset yang semula Rp 35 juta berkembang pesat hingga Rp 1,4 miliar.

Kejujuran dan Dedikasi: Kunci Keberhasilan

Bagi Sukasana, kunci utama dalam mengelola LPD adalah kejujuran dan dedikasi. "Saya selalu menekankan kepada tim bahwa uang ini adalah amanah. Jika sedikit saja kita menyimpang, kehancuran hanya tinggal menunggu waktu," ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengedepankan prinsip kerja keras dan ketekunan. "Tidak ada sukses yang instan. Butuh waktu, tenaga, dan pengorbanan. Saya bahkan pernah harus menggadaikan aset pribadi demi menyelamatkan LPD ini," tuturnya.

Dari Masa Sulit ke Target Ambisius

Tak dapat dimungkiri, perjalanan LPD Cempaga tidak selalu mulus. Pandemi COVID-19 sempat membuat segalanya terasa semakin berat. "Saat pandemi, kami sempat hampir menyerah. Nasabah menurun drastis, banyak yang menarik dana mereka. Tapi saya selalu percaya bahwa selama kita bekerja dengan niat baik, pasti ada jalan," ucapnya penuh keyakinan.

Kini, dengan dukungan masyarakat dari tujuh banjar adat, Sukasana menargetkan pertumbuhan aset LPD hingga Rp 2,5 miliar pada tahun 2025. "Target ini bukan soal kesombongan, tapi visi yang harus diperjuangkan. Dengan semangat kebersamaan, saya yakin bisa mencapainya," katanya optimis.

Pesan untuk Generasi Muda: Ciptakan Harmoni dan Kejujuran

Sebagai sosok yang telah mengabdi selama 5 tahun, Sukasana berharap generasi muda bisa melanjutkan perjuangannya. "Saya ingin anak-anak muda mencintai LPD mereka sendiri. Jangan hanya mengejar pekerjaan di luar, padahal di desa ada potensi besar untuk dikembangkan," pesannya.

Ia juga menegaskan pentingnya sikap jujur, berintegritas, dan bekerja dengan tekun. "Jika ingin sukses, jangan takut bekerja keras. Ciptakan suasana harmonis dan tetap bersikap simpatik dalam setiap keadaan," tutupnya.

Dari seorang yang tidak pernah membayangkan menjadi pemimpin LPD hingga kini menjadi motor kebangkitan ekonomi adat, I Wayan Sukasana adalah bukti bahwa pengabdian yang tulus akan selalu menemukan jalannya. (TimNewsyess)


TAGS :