Tokoh

Jro Bendesa Adat Manukaya Let: Menjaga Tradisi dan Membangun Desa Adat dengan Kejujuran

 Minggu, 23 Maret 2025

Bendesa adat manukaya Let

Newsyess.com, Gianyar. 

Tampaksiring | Newsyess.com - 22 Maret 2025 – Jro Bendesa Adat Manukaya Let , Kecamatan Tampaksiring, I Made Mawi Arnatha yang juga saat mengelola Desa Wisata Tierra Empul menegaskan komitmennya dalam menjaga adat dan budaya serta mengembangkan desa dengan prinsip kejujuran dan rasa hormat. Dalam sebuah pertemuan yang penuh makna, beliau mengungkapkan rasa syukur atas kebersamaan yang terjalin di desa, serta harapannya agar pembangunan di desa adat tetap berlandaskan pada nilai-nilai luhur.  

"Saya ingin mengucapkan terima kasih, kepada para Bendesa Adat Kecamatan Gianyar karena saya bisa berbahagia dengan kehadiran para tokoh dan masyarakat yang terus mendukung perkembangan desa ini. Apa yang menjadi aturan dan undang-undang, saya bisa merasakan dampaknya secara nyata. Maka dari itu, saya selalu terbuka untuk menyampaikan aspirasi demi kemajuan bersama," ujarnya.  

Pengelolaan Dana dan Kepentingan Desa  Adat 

Dalam pembicaraannya, Jro Bendesa I Made Mawi  menyoroti pentingnya pengelolaan dana desa yang transparan dan tepat guna. Ia menegaskan bahwa dalam upaya membangun desa, diperlukan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada satu wilayah, tetapi juga dapat menginspirasi desa-desa lainnya khususnya di kecamatan Gianyar untuk berkembang bersama.  

"Dana itu bukan sekadar untuk keperluan desa sendiri, tetapi juga bisa digabungkan dan dikelola dengan bijak agar memberikan manfaat bagi desa-desa lain. Jika kita melakukan maturan (persembahan) dengan keyakinan dan keikhlasan, pahalanya akan luar biasa," tuturnya.  

Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa pengelolaan desa harus dilakukan dengan penuh rasa hormat dan kejujuran agar keberkahan selalu menyertai masyarakat.  

Sejarah dan Perjalanan Desa Manukaya Let 

Desa Manukaya Let memiliki sejarah panjang dalam perjalanan adat dan spiritualnya. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Jro Bendesa, desa ini  khusunya Pura tirta empul serta pengelukatan sudah ada sejak tahun 1937, namun baru berkembang secara signifikan pada tahun 1966-1967, setelah mulai dikenal oleh banyak tamu yang datang untuk belajar tentang tradisi dan budaya di sana.  

"Perjalanan desa ini luar biasa. Sejak dulu, kami selalu memohon pada leluhur agar diberikan jalan terbaik dalam mengelola desa ini. Prinsip dasar kami dalam mengelola warisan leluhur adalah rasa hormat dan kejujuran," tegasnya.  

Kunjungan Wisatawan dan Harapan ke Depan  

Sebagai salah satu desa adat yang memiliki daya tarik spiritual dan budaya, Manukaya Let tetap menjadi destinasi bagi para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, terjadi penurunan jumlah pengunjung.  

"Sekarang jumlah tamu agak berkurang. Mungkin karena ada banyak objek wisata lain yang berkembang. Tapi, kami tetap berdoa dan berharap agar dalam waktu dekat, kunjungan akan meningkat kembali," ujarnya.  

Meski mengalami sedikit penurunan, desa  wisata dengan Brending pura Tirta Empul ini masih menerima sekitar 1.500 hingga 2.000 wisatawan per hari, dengan potensi pendapatan yang cukup besar.  

Pesan dan Harapan untuk Desa-Desa Lain  

Sebagai pemimpin adat, Jro Bendesa I Made Mawi Arnatha juga memberikan pesan kepada Bendesa di kecamatan Gianyar dan tokoh-tokoh adat lainnya agar terus menjaga nilai-nilai luhur dalam memimpin desa. Ia berharap bahwa model pengelolaan yang baik di Desa Manukaya Let dapat ditularkan ke desa-desa lain yang memiliki potensi serupa.  

"Segala sesuatu yang kita miliki dan kita berikan dengan ketulusan akan berkembang dengan sendirinya. Ajaran ini yang selalu saya pegang, dan saya harap bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain," pungkasnya.  

Dengan semangat gotong royong dan nilai luhur yang terus dijaga, Desa Manukaya Let diharapkan tetap menjadi contoh desa adat yang berkembang, baik dari segi ekonomi, spiritual, maupun sosial. (TimNewsyess)


TAGS :