News

LPD Desa Adat Sibangkaja Luncurkan Program SIMADANA: Solusi Keuangan Inovatif untuk Kesejahteraan Masyarakat

 Selasa, 11 Februari 2025

Program simadana lpd sibangkaja

Newsyess.com, Badung. 

Badung, Bali – Newsyess.com - Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan memberikan solusi keuangan yang lebih terjangkau bagi masyarakat, LPD Desa Adat Sibangkaja telah meluncurkan program terbarunya yang dinamakan SIMADANA (Simpanan Atma Wedana). Program ini dirancang untuk meringankan beban krama dan mengoptimalkan dana simpanan warga melalui mekanisme subsidi silang yang inovatif, sehingga beban biaya yang harus dikeluarkan  untuk upacara Nyekah ( Atma Wedana) menjadi jauh lebih ringan.

Dalam wawancara eksklusif bersama Newsyess pada Senin, 10 Februari 2025, I Made Sudana, S.H., Pemucuk LPD Desa Adat Sibangkaja yang telah mengabdi selama 32 tahun sejak berdirinya LPD pada tahun 1992, mengungkapkan latar belakang dan tujuan dari program SIMADANA.

Awal Mula dan Lahirnya SIMADANA
"Awalnya, ketika LPD baru didirikan, kami sama sekali tidak memiliki bayangan tentang bagaimana lembaga keuangan desa ini akan berkembang. Saat itu, kami masih awam dan baru saja menyelesaikan studi, sehingga kami tidak punya pekerjaan dan pun belum memahami secara mendalam apa itu LPD," terang I Made Sudana. Ia menjelaskan bahwa inisiatif pembentukan LPD datang dari kerjasama antara dinas dan adat setempat yang kesulitan mencari tenaga yang tepat. Dalam kondisi tersebut, Sudana ditunjuk untuk mengisi kekosongan itu, dan bersama tiga orang rekan, mereka mulai menjalankan LPD dengan modal awal serendah Rp5 juta.

Melalui proses belajar dari pengalaman dan kerja keras bersama, LPD Desa Adat Sibangkaja perlahan mulai menunjukkan hasil. "Dalam tiga tahun pertama, pendapatan tertinggi yang kami catat hanya sekitar Rp150 ribu, dan setelah sepuluh tahun, kami mulai merasakan perkembangan yang signifikan. Itulah motivasi bagi kami untuk terus berinovasi," imbuhnya.

Konsep dan Mekanisme SIMADANA
Melihat kondisi di mana masyarakat, terutama yang mengikuti kegiatan "nyekah masal" (pengumpulan dana secara bersama-sama yang dilakukan setiap lima tahun sekali), sering kali harus mengeluarkan biaya besar untuk kebutuhan keuangan, Sudana mencetuskan ide SIMADANA. Program ini dirancang agar setiap warga yang terlibat dalam kegiatan nyekah—baik di rumah, di kelompok, maupun di lingkungan sekitar—dapat memperoleh manfaat lebih besar dengan menyetor dana yang relatif ringan.

"Misalnya, untuk setiap sawa  atau puspe yang ikut program, masyarakat kami hanya perlu menyetor Rp1 juta saja. Dengan sistem subsidi silang, kontribusi ini akan tumbuh menjadi Rp5 juta  melalui pengembangan bunga dan mekanisme kolektif. Dengan kata lain, meskipun simpanan awalnya sangat terjangkau, dalam jangka panjang, nilai simpanan akan meningkat secara signifikan," jelasnya.

Program SIMADANA ini juga menerapkan prinsip 'sekali seumur hidup' sebagai bentuk kepastian bagi masyarakat. Sudana menuturkan bahwa sistem ini bukan hanya memberikan keuntungan finansial, melainkan juga memberikan rasa aman bagi warga agar tidak perlu lagi khawatir ketika menghadapi kebutuhan mendesak, terutama dalam situasi di mana bantuan pemerintah mungkin tidak mencukupi.

Dukungan dan Harapan untuk Masa Depan
Saat ini, meskipun hanya sekitar 25 persen dari 1.000 lebih KK di wilayah tersebut yang telah bergabung, respon masyarakat terhadap program SIMADANA menunjukkan tren positif. "Kami sudah dua kali melakukan klaim, dan hasilnya mulai terasa. Ini merupakan bukti bahwa masyarakat mulai memahami manfaat dari program ini. Kami terus memotivasi agar lebih banyak warga ikut serta, karena program ini sangat potensial dan bermanfaat bagi semua," ujar Sudana.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengelolaan SIMADANA dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Kami menyadari bahwa setiap lembaga keuangan desa memiliki batasan dan tantangan sendiri. Oleh karena itu, kami bekerja dengan prinsip kehati-hatian dan sesuai aturan, agar program ini tidak hanya tumbuh, tetapi juga berkelanjutan untuk generasi mendatang," pungkasnya.

Kehadiran program SIMADANA di LPD Desa Adat Sibangkaja diharapkan menjadi model yang dapat diadaptasi di desa-desa lain di Bali. Inovasi ini tidak hanya memberikan solusi keuangan bagi masyarakat, tetapi juga menguatkan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi yang sudah menjadi bagian dari budaya adat setempat.

Melalui SIMADANA, I Made Sudana dan timnya mengajak seluruh warga untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik—di mana setiap tetes simpanan menjadi benih harapan dan kebahagiaan yang tumbuh seiring waktu.
(Tim Redaksi Newsyess.com)


TAGS :