Tokoh

Menjadi Perisai Masyarakat: Perjalanan I Nyoman Arjawa, Ssn, Seorang Relawan BPJS Ketenagakerjaan

 Kamis, 13 Maret 2025

Agen prosai bpjs ketenagakerjaan

Newsyess.com, Gianyar. 

GIANYAR | Newsyess.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, ada sosok yang memilih untuk mengabdikan dirinya bagi masyarakat. Seorang pria yang tak hanya berbicara tentang kepedulian, tetapi benar-benar terjun langsung untuk membantu mereka yang membutuhkan perlindungan sosial. Dengan tekad dan semangat, ia telah mendaftarkan ribuan peserta BPJS Ketenagakerjaan agar mereka mendapatkan hak perlindungan yang layak.  

Dari Kepedulian Hingga Misi Sosial
Ketika ditanya apa yang menjadi tujuan awalnya, ia menjawab dengan penuh keyakinan, "Saya dulu sering membantu orang sakit, orang yang kesusahan. Saya ingin hidup saya berguna, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat, bangsa, dan negara."  

Ia menyadari bahwa masih banyak masyarakat, khususnya di Bali, yang belum memahami pentingnya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, negara telah menghadirkan program ini untuk melindungi setiap pekerja dari risiko kecelakaan kerja maupun kematian.  

_"Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 sudah jelas menyatakan bahwa setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan sosial untuk kehidupan yang lebih layak. Jika tidak ada yang mengedukasi dan memediasi, mereka tidak akan ikut,"_ jelasnya.  

Di sinilah perannya sebagai agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan menjadi sangat berarti. Ia hadir sebagai jembatan antara program pemerintah dan masyarakat, memastikan bahwa setiap pekerja, baik yang bekerja di perusahaan maupun pekerja mandiri seperti petani, pedagang, tukang ojek, dan pekerja lepas, mendapatkan hak mereka.  

Jaminan Hidup bagi Keluarga yang Ditinggalkan
Program BPJS Ketenagakerjaan memberikan berbagai manfaat yang nyata. Jika seorang peserta mengalami kecelakaan kerja, perlindungan langsung diberikan, termasuk pengobatan tanpa batas biaya hingga sembuh. Jika meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, ahli warisnya akan menerima santunan hingga Rp70 juta. Bahkan, jika meninggal secara alami setelah menjadi peserta lebih dari tiga tahun, keluarga tetap mendapatkan santunan Rp42 juta.  

Tidak hanya itu, anak-anak yang ditinggalkan pun mendapatkan beasiswa hingga kuliah. _"Kalau peserta punya anak yang masih kecil, beasiswa akan diberikan sejak SD hingga perguruan tinggi untuk dua anak. Ini bukti bahwa negara benar-benar hadir,"_ tegasnya.  

Dengan biaya iuran hanya Rp16.800 per bulan, atau sekitar Rp500 per hari, perlindungan ini menjadi solusi bagi banyak keluarga yang sebelumnya tak memiliki jaminan finansial. _"Coba bayangkan, jika seorang tulang punggung keluarga meninggal, biaya upacara adat seperti Ngaben di Bali bisa menghabiskan belasan juta. Dengan santunan BPJS, mereka tidak perlu menjual tanah atau berhutang,"_ tambahnya.  

Perjalanan Menjadi Agen Perisai BPJS
Menjadi agen Perisai bukanlah tugas yang mudah. _"Meyakinkan masyarakat itu tantangan terbesar. Banyak yang masih berpikir negatif tentang BPJS. Ada yang bilang ini membawa sial atau semacamnya. Padahal, saat kematian datang, biaya tetap harus ada,"_ ungkapnya.  

Namun, dengan kegigihannya, ia telah berhasil mendaftarkan lebih dari 3.000 peserta BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan, dalam sebulan, ia bisa mendaftarkan lebih dari 100 orang. _"Dulu pernah sampai 250 orang dalam sebulan. Sekarang stabil di atas 100. Saya lakukan ini karena saya percaya pada manfaatnya,"_ katanya.  

Atas dedikasinya, ia telah meraih penghargaan sebagai Agen Perisai Terbaik se-Bali Timur selama dua tahun berturut-turut. _"Saya menikmati pekerjaan ini. Saya meninggalkan dunia politik karena saya merasa misi ini jauh lebih berarti. Saya ingin hadir di tengah-tengah masyarakat saat mereka benar-benar membutuhkan bantuan,"_ ujarnya.  

Misi yang Lebih Besar: Mengubah Pola Pikir Masyarakat
Bagi banyak orang, kematian sering kali menjadi hal yang tabu untuk dibahas. Namun, ia berusaha mengubah pola pikir tersebut dengan pendekatan yang lebih rasional. _"Kematian itu pasti. Tapi dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, keluarga yang ditinggalkan tidak perlu bingung mencari biaya pemakaman atau pendidikan anak-anaknya,"_ jelasnya.  

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya perlindungan sosial. _"Kalau mereka tidak ikut BPJS Ketenagakerjaan, saya anggap itu keputusan yang kurang bijak. Program ini luar biasa. Tidak ada ruginya ikut,"_ katanya dengan tegas.  

Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, ia terus bergerak, menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan perlindungan. _"Prinsip hidup saya sederhana: kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?"_  

Ia adalah bukti bahwa satu orang bisa membawa perubahan besar bagi banyak orang. Dengan setiap peserta baru yang ia daftarkan, ia bukan hanya memastikan perlindungan bagi mereka, tetapi juga memberikan ketenangan bagi keluarga mereka di masa depan. (TimNewsyess)


TAGS :