Tokoh
MTC Touring Sambil Melukat di Tirta Empul: Harmoni Tradisi dan Kebersamaan bersama Bendesa kecamatan Gianyar
Minggu, 23 Maret 2025
Club motor MTC
Tampaksiring | Newsyess.com - 22 Maret 2025 – Club motor MTC (Motor Touring Community) menggelar perjalanan spiritual ke Pura Tirta Empul, salah satu pura suci di Bali yang terkenal dengan ritual melukat (penyucian diri dengan air suci). Kegiatan ini bukan sekadar touring biasa, tetapi juga menjadi momen refleksi diri dan diskusi mendalam tentang nilai-nilai adat dan budaya Bali bersama Jro Bendesa Adat Manukaya Let I Made Mawi Arnatha.
Rombongan MTC yang berjumlah puluhan motor tiba di area Pura Tirta Empul pada pagi hari. Setelah menikmati keindahan alam sekitar dan suasana sakral pura, mereka langsung bersiap untuk melaksanakan prosesi melukat, dipandu oleh pemangku pura. Air suci dari sumber mata air Tirta Empul dipercaya dapat membersihkan diri secara lahir dan batin, menghilangkan energi negatif, serta membawa keberkahan.
Dialog Bersama Jro Bendesa: Menjaga Keseimbangan Adat dan Perkembangan Zaman
Setelah prosesi melukat selesai, rombongan MTC berkesempatan mengadakan dialog santai dengan Jro Bendesa Adat Manukaya Let , I Made Mawi Arnatha. Dalam pertemuan ini, Jro Bendesa menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kehadiran komunitas motor yang tetap menjaga nilai-nilai spiritual meski memiliki hobi di dunia otomotif.
"Saya sangat berterima kasih karena masih banyak anak muda yang peduli terhadap adat dan budaya. Kehadiran kalian di sini bukan hanya sekadar perjalanan biasa, tetapi juga bagian dari upaya menjaga tradisi leluhur kita," ujarnya.
Dalam diskusi ini, Jro Bendesa juga menyoroti pentingnya pengelolaan desa adat yang berkelanjutan dan bagaimana desa-desa lain dapat belajar dari pengelolaan Manukaya Anyar yang tetap mempertahankan kearifan lokal sambil mengikuti perkembangan zaman.
"Dana desa bukan hanya untuk kepentingan satu wilayah, tetapi juga bisa dikelola bersama demi kesejahteraan desa-desa lain. Jika dilakukan dengan hati yang tulus dan niat yang baik, maka manfaatnya akan semakin luas," tambahnya.
Selain itu, ia juga menceritakan sejarah panjang Pura Tirta Empul, yang telah ada sejak tahun 1937 dan mengalami perkembangan signifikan pada tahun 1966-1967. Saat ini, pura ini tetap menjadi salah satu destinasi spiritual utama, dengan jumlah pengunjung yang berkisar 1.500 hingga 2.000 orang per hari.
Wisata Rohani dan Harapan ke Depan
Kunjungan komunitas motor ke Pura Tirta Empul menjadi bukti bahwa spiritualitas dan hobi bisa berjalan beriringan. Anggota MTC mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dari perjalanan ini.
Ketua MTC, Ngakan Putu Sudibya, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan komunitas mereka.
"Kami ingin menunjukkan bahwa naik motor tidak hanya identik dengan kebut-kebutan atau hura-hura. Kami juga punya kepedulian terhadap budaya dan spiritualitas. Melukat ini menjadi momen penting bagi kami untuk introspeksi diri," ungkapnya.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, Jro Bendesa berharap semakin banyak generasi muda yang memahami makna mendalam dari tradisi Bali dan menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan mereka.
"Apapun yang kita lakukan, jika dilandasi dengan niat baik dan rasa hormat terhadap leluhur, maka kebaikan itu akan kembali kepada kita," tutupnya.
Touring kali ini bukan hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang memberikan makna baru bagi para anggota MTC. Mereka pun meninggalkan Pura Tirta Empul dengan hati yang lebih tenang, semangat baru, dan harapan untuk terus menjaga tradisi sambil tetap menikmati hobi mereka di jalan raya. (TimNewsyess)
TAGS :