News

Pohon Pule Tumbang di Pura Dalem: Kerugian Rp 400 Juta, Bendesa Adat Andalkan Gotong Royong untuk Pemulihan

 Sabtu, 21 Desember 2024

Pohon beringin Roboh di madangan kelod

Newsyess.com, Gianyar. 

Gianyar – Sebuah pohon Pule raksasa yang telah berusia lebih dari 125 tahun tumbang di Pura Dalem, Desa Adat Madangan Kelod, Desa Petak, Gianyar, Sabtu (21/12/2024) pagi. Insiden ini menyebabkan kerusakan berat pada dua bangunan pelinggih, yakni Peselang dan Pewedan, dengan estimasi kerugian material mencapai Rp 400 juta. Meskipun kerugian cukup besar, tradisi gotong royong yang kuat di masyarakat adat menjadi harapan utama dalam menghadapi musibah ini.

Bendesa Adat Madangan Kelod, I Dewa Made Bagian, mengungkapkan duka mendalam atas kerusakan yang terjadi di Pura Dalem. "Musibah ini sangat berat bagi kami, terutama karena pelinggih yang rusak memiliki nilai spiritual yang tinggi bagi seluruh warga Desa Adat Madangan Kelod," ucapnya.

Namun, di tengah rasa kehilangan tersebut, Dewa Made Bagian menekankan pentingnya semangat gotong royong yang menjadi identitas masyarakat adat. "Kami sudah terbiasa mengandalkan kebersamaan dalam mengatasi setiap persoalan, termasuk perbaikan bangunan pura. Kontribusi masyarakat adat akan menjadi modal utama dalam memulihkan kerusakan ini," jelasnya.

Respons Cepat Aparat dan Tradisi Gotong Royong
Ia juga mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian, khususnya jajaran Polsek Gianyar yang langsung turun tangan membantu proses evakuasi. "Saya sangat berterima kasih kepada Kapolsek Gianyar dan timnya atas respons cepat mereka. Proses evakuasi berjalan lancar dan kondusif berkat koordinasi yang baik antara aparat, Babinsa, Babinkamtibmas, dan masyarakat," tambahnya.

Evakuasi pohon Pule yang tumbang dilakukan sejak pukul 08.30 WITA dan selesai sekitar pukul 11.00 WITA. Dengan bantuan alat seperti mesin sensor dan parang, dahan serta batang pohon berhasil dipotong dan dibersihkan, sehingga situasi di lokasi kejadian kembali normal.

Faktor Cuaca Ekstrem dan Usia Pohon
Dewa Made Bagian menjelaskan, tumbangnya pohon Pule yang berusia lebih dari 125 tahun ini diduga kuat akibat cuaca ekstrem. Hujan deras disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama. "Usia pohon yang sudah sangat tua ditambah dengan kondisi cuaca yang buruk membuat pohon ini tidak mampu bertahan," jelasnya.

Harapan dan Ajakan untuk Bersatu
Di tengah kerugian besar yang dialami, Bendesa Adat tetap optimis bahwa semangat gotong royong dan bantuan dari berbagai pihak akan mampu memulihkan kondisi. Ia juga berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk membantu perbaikan bangunan pelinggih yang rusak. "Kami sangat berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan, terutama karena nilai spiritual bangunan ini sangat penting bagi masyarakat adat," katanya.

Sebagai penutup, Dewa Made Bagian mengajak seluruh warga Desa Adat Madangan Kelod untuk tetap bersatu menghadapi musibah ini. "Kerugian material memang besar, tetapi kami yakin dengan semangat kebersamaan, semua bisa dipulihkan. Kita harus terus waspada, terutama di musim hujan seperti ini," tutupnya dengan penuh harapan.

Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, masyarakat Desa Adat Madangan Kelod optimis dapat memulihkan kembali keagungan Pura Dalem sebagai tempat suci yang penting bagi kehidupan spiritual mereka. (TimNewsyess)


TAGS :