News
Prabowo Subianto Blak-Blakan Soal Pemotongan Anggaran: Lawan Pemborosan Demi Rakyat
Selasa, 11 Februari 2025
Presiden prabowo Subianto
Jakarta | Newsyess.com - 10 Februari 2025 – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan sikap tegasnya dalam mengelola anggaran negara. Dalam pidatonya yang penuh semangat, ia menyinggung praktik pemborosan dalam birokrasi dan menegaskan bahwa uang negara harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.
"Saya melakukan penghematan. Saya ingin pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu, yang mubazir, yang jadi alasan untuk mencuri, dihentikan dan dibersihkan," ujar Prabowo dengan lantang.
Menurutnya, ada pihak-pihak dalam birokrasi yang menentang langkah-langkahnya, merasa kebal hukum, dan menganggap diri mereka sebagai raja kecil. Namun, Prabowo memastikan bahwa ia tidak akan mundur dalam upayanya memberantas praktik tersebut.
Fokus pada Pendidikan dan Kesejahteraan Rakya
Salah satu poin utama dalam pidato Prabowo adalah perhatiannya terhadap kondisi sekolah di Indonesia. Ia menyebut bahwa Indonesia memiliki sekitar 330 ribu sekolah, namun anggaran yang tersedia saat ini hanya cukup untuk memperbaiki sekitar 20 ribu sekolah.
"Berapa tahun kita mau selesaikan 330 ribu sekolah? Saya ingin memperbaiki semua sekolah di Indonesia," tegasnya.
Prabowo juga menyapa para guru yang hadir dalam acara tersebut dan menanyakan langsung apakah sekolah-sekolah memang perlu diperbaiki. Respons spontan dari para guru yang mengangkat tangan semakin menguatkan keyakinannya bahwa perbaikan sekolah adalah prioritas utama.
Selain pendidikan, Prabowo juga menyoroti pentingnya memastikan bahwa anggaran negara benar-benar digunakan untuk kesejahteraan rakyat, terutama dalam hal pangan dan infrastruktur dasar seperti jalan raya.
Pangkas Perjalanan Dinas dan Studi Banding Tak Efektif
Salah satu langkah konkret yang diambil Prabowo dalam menghemat anggaran adalah mengurangi perjalanan dinas ke luar negeri yang dianggap tidak penting.
"Kau boleh melawan Prabowo, tapi nanti kau lawan emak-emak itu semua," ujarnya, menegaskan bahwa rakyat, terutama ibu-ibu, tidak akan tinggal diam jika anggaran negara disalahgunakan.
Ia menilai bahwa terlalu banyak perjalanan dinas yang hanya menjadi alasan untuk jalan-jalan dengan uang negara. Prabowo menegaskan bahwa hanya perjalanan yang benar-benar memiliki tujuan strategis bagi bangsa yang akan diperbolehkan.
"Kalau mau jalan-jalan, pakai uang sendiri," katanya dengan nada tegas.
Ia juga menyoroti praktik studi banding yang sering dilakukan pejabat dengan alasan belajar dari negara lain.
"Mau belajar bagaimana mengentaskan kemiskinan? Studi bandingnya ke Australia? Australia itu salah satu dari 10 negara terkaya di dunia. Apa yang mau dipelajari dari sana?" kritiknya tajam.
Menurut Prabowo, sudah saatnya Indonesia fokus pada aksi nyata, bukan sekadar diskusi panjang tanpa solusi.
Dukungan dari TNI dan Rakyat
Di akhir pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa langkah-langkahnya ini mendapatkan dukungan luas, baik dari rakyat maupun dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).
"Saya lebih takut emak-emak daripada takut mereka-mereka itu. Apalagi hari ini TNI mendukung saya," ujarnya, disambut tepuk tangan meriah.
Dengan pernyataan yang blak-blakan ini, Prabowo menunjukkan bahwa pemerintahannya berkomitmen untuk menegakkan disiplin anggaran dan memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar bermanfaat bagi rakyat.
Langkah-langkah ini tentu akan menghadapi tantangan, terutama dari mereka yang selama ini menikmati keuntungan dari sistem yang boros. Namun, Prabowo tampaknya tidak gentar dan siap menghadapi segala bentuk perlawanan demi mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera. (TimNewsyess)
TAGS :