Tokoh
Sinar Kepedulian di Tengah Duka: Newsyess Kembali Berbagi Kasih untuk Wayan Agus Ariawan asal Banjar Mulung Gianyar,
Sabtu, 15 Maret 2025
Redaksi newsyess berbagi
GIANYAR | Newsyess.com - 15 Maret 2025 – Di sudut kecil Banjar Mulung, Desa Sumita, Gianyar, di antara rintik-rintik hujan yang membasahi tanah Bali, seorang pemuda bernama Wayan Agus Ariawan (30) menjalani hari-harinya dengan penuh keteguhan. Tangannya yang cekatan merangkai “porosan”, untaian janur yang menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap upacara suci di Pulau Dewata. Dari situlah ia mengais rezeki, mengumpulkan Rp 5.000 hingga Rp 10.000 setiap harinya, sebuah angka yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Namun, lebih dari sekadar perjuangan ekonomi, beban yang ia pikul jauh lebih berat. “Hemofilia” penyakit kelainan darah yang membuatnya harus bergantung pada tongkat untuk berjalan, adalah cobaan yang senantiasa menemani langkahnya. Seolah tak cukup, beberapa bulan lalu, ia harus merelakan adiknya, I Made Yoga (25), pergi untuk selamanya setelah bertahun-tahun bertarung melawan hemofilia dan kanker. Luka itu masih basah, namun Wayan Agus tetap berusaha tersenyum di tengah badai kehidupannya.
Cahaya Kepedulian: Aksi Berbagi Redaksi Newsyess
Menyadari perjuangan yang dihadapi Wayan Agus, Redaksi Newsyess kembali hadir dengan aksi kemanusiaannya. Untuk ketiga kalinya, mereka menyerahkan paket sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.
Hari ini, Sabtu, 15 Maret 2025, di bawah langit yang menyimpan sejuta doa, Ngakan Putu Suardika, yang akrab disapa Ngakan Yess, bersama Jro Mangku Pande Tulus, hadir di rumah kecil Wayan Agus, membawa secercah harapan dalam bentuk bantuan sembako.
Dalam suasana yang penuh haru, Ngakan Yess mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Jro Mangku Pande Tulus yang telah turut serta dalam aksi berbagi ini. "Kita hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk memberi makna bagi orang lain. Setiap uluran tangan, sekecil apa pun, bisa menjadi cahaya bagi mereka yang tengah berada dalam gelap," ujar Ngakan Yess dengan suara penuh ketulusan.
Kata Bijak Ngakan Putu Suardika: Kekuatan Berbagi
Ngakan Yess juga menyampaikan bahwa hidup sejatinya bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa besar yang bisa kita bagikan kepada sesama.
"Kehidupan ini seperti api suci yang harus terus menyala. Bukan tentang seberapa lama kita hidup, tetapi tentang seberapa terang kita menerangi jalan orang lain. Ketika kita berbagi, kita tidak kehilangan, justru kita memperkaya diri dengan kebaikan yang akan selalu kembali dalam bentuk yang tak terduga," tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa aksi berbagi seperti ini tidak hanya soal memberikan bantuan materi, tetapi juga tentang menebar harapan dan menyemai semangat hidup bagi mereka yang tengah berjuang.
"Hidup bukan hanya tentang menerima, tetapi juga tentang memberi. Jika kita bisa membuat satu orang tersenyum hari ini, maka kita sudah menjalani hidup dengan baik," tambahnya.
Harapan dan Doa untuk Wayan Agus
Di balik keheningan sore yang mulai merayap, Wayan Agus menerima bantuan itu dengan senyum yang penuh makna. Baginya, perhatian yang diberikan jauh lebih berharga dari sekadar materi. Itu adalah bukti bahwa ia tidak sendiri, bahwa masih ada hati-hati baik yang peduli terhadap perjuangannya.
Masyarakat sekitar pun turut mengapresiasi aksi berbagi ini. Semoga gerakan kepedulian seperti ini terus menyebar, menghangatkan hati mereka yang sedang berjuang dalam sunyi. Karena sejatinya, dalam setiap langkah kecil yang kita ambil untuk membantu sesama, di situlah letak kemuliaan hidup yang sesungguhnya.
"Semoga kebaikan ini menjadi berkah yang terus mengalir, seperti air suci yang menyucikan setiap jiwa yang tersentuh olehnya," tutup Ngakan Yess dengan penuh harapan. (TimNewsyess)
TAGS :