Tokoh

Bali Berduka: I Ketut Sender, S.E., M.M., Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Palinggih Dane Jero Gede Batur Kawanan (Alitan)

 Rabu, 08 Januari 2025

Ketut sender ucapkan, bela sungkawa mendalam

Newsyess.com, Badung. 

Kerobokan, Badung | Newsyess.com – Kehilangan besar dirasakan oleh masyarakat Bali atas wafatnya Palinggih Dane Jero Gede Batur Kawanan (Alitan) dari Pura Ulun Danu Batur pada Rahina Redite Paing Ugu, pukul 02.00 WITA, 6 Januari 2025. Sosok spiritual yang dihormati ini merupakan penjaga nilai-nilai suci di salah satu pura terbesar dan tertua di Bali, yang memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan spiritual umat Hindu Bali.

I Ketut Sender, S.E., M.M., seorang tokoh masyarakat dari Desa Adat Kerobokan, Kabupaten Badung, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya beliau. "Kami, atas nama pribadi dan masyarakat Desa Adat Kerobokan, turut berbela sungkawa atas meninggalnya Palinggih Dane Jero Gede Batur Kawanan. Kehilangan ini adalah duka yang mendalam bagi seluruh umat Hindu di Bali, terutama bagi mereka yang berada di sekitar Pura Ulun Danu Batur," ujar I Ketut Sender.

Puncak Karya Pelebon
Sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada Palinggih Dane Jero Gede Batur Kawanan, prosesi Pelebon akan dilaksanakan pada 24 Januari 2025 di area Pura Ulun Danu Batur. Upacara sakral ini diharapkan menjadi ajang penghormatan terakhir bagi sosok yang telah mengabdikan hidupnya untuk menjaga spiritualitas dan tradisi luhur Bali.

Prosesi ini akan melibatkan ribuan umat Hindu dari berbagai daerah, termasuk tokoh adat, masyarakat umum, dan para pemimpin spiritual yang akan hadir memberikan penghormatan terakhir. Pura Ulun Danu Batur, yang menjadi pusat spiritual umat Hindu Bali, akan menjadi saksi momen penting ini.

Warisan Spiritual Sang Pemimpin
Semasa hidupnya, Palinggih Dane Jero Gede Batur Kawanan dikenal sebagai sosok yang bijaksana dan berdedikasi tinggi dalam memimpin umat Hindu Bali. Beliau memainkan peran sentral dalam menjaga keberlangsungan adat istiadat dan menguatkan hubungan spiritual antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Pesan Duka dan Harapan
I Ketut Sender menambahkan, "Kehilangan beliau adalah kehilangan besar bagi Bali, namun ajaran dan dedikasi beliau akan terus menjadi teladan bagi generasi mendatang. Kami berharap prosesi pelebon ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh khidmat, sebagai wujud penghormatan kepada beliau."

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai pengingat pentingnya menjaga adat istiadat dan spiritualitas Bali. "Warisan yang beliau tinggalkan bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk masa depan anak-anak Bali, agar mereka tetap mencintai dan menjaga tradisi luhur yang telah diwariskan."

Dukungan dan Kebersamaan
Suasana duka yang menyelimuti umat Hindu di Bali memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan upacara besar ini. Prosesi Pelebon diyakini akan menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai gotong royong dalam menjaga kehormatan adat Bali.

Selamat jalan, Jero Gede. Semoga mencapai moksha di sisi Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kehilangan Anda adalah duka mendalam, namun semangat Anda akan terus hidup di hati umat Hindu Bali. (Tim Newsyess)


TAGS :