Tokoh
Berbekal Unggahan Media Sosial, Redaksi Newsyess Sentuh Hati dan Bantu I Made Purna Yasa Paket Sembako dan Buku, Tulis dalam Kekurangan
Rabu, 11 Desember 2024
Redaksi newsyess berbagi
Karangasem, Newsyess.com – Dalam sunyi pagi yang diselimuti pilu, sebuah unggahan di media sosial menggambarkan nasib seorang anak bernama I Made Purna Yasa, bocah berusia 13 tahun yang hidup dalam kesederhanaan yang menyayat hati. Dalam unggahan itu, ia terlihat makan hanya dengan nasi putih tanpa lauk, sebuah cerminan dari perjuangan keluarganya yang hidup dalam keterbatasan.
Kehidupan I Made Purna Yasa tak seperti anak-anak lainnya. Di usia belia, ia memikul tanggung jawab yang berat. Ayahnya, I Wayan Buda (57), telah lima tahun terbaring dalam sakit akibat komplikasi paru-paru. Sejak kepergian sang ibu yang telah tiada, kehidupan keluarga kecil ini kian berat. I Wayan Buda tak lagi mampu bekerja berat, sementara kondisi ekonominya perlahan tergerus waktu.
"Kadang ada pekerjaan kecil, kadang tidak. Tapi bapak selalu berusaha, walau hanya sekadar mengamplas kayu," ungkap I Made Purna Yasa dengan mata yang menyimpan duka. Hari-harinya diisi dengan belajar, membantu pekerjaan rumah, dan menemani sang ayah yang kerap kali memasak untuk mereka.
Tangan tak sampai, tetapi hati masih berharap. Redaksi Newsyess, berbekal informasi dari media sosial, melangkah dengan penuh kepedulian. Mereka membawa paket sembako dan buku tulis, sebuah uluran tangan kecil untuk membangkitkan harapan di tengah kegelapan.
Ngakan Putu Suardika, yang akrab disapa Ngakan Yess, pimpinan Redaksi Newsyess, turut hadir membawa pesan penuh makna. “Kehidupan sering kali menguji kita dengan kesulitan, tetapi di tengah-tengah ujian itu selalu ada kesempatan untuk saling menguatkan. Kebaikan adalah bahasa yang mampu menyentuh hati siapa saja, tanpa mengenal batas,” ucapnya dengan lirih.
Ngakan Yess juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung aksi sosial ini. “Kami sangat berterima kasih kepada LPD Bali, BPR, Gerakan Koperasi Bali, dan Bank BPD Bali. Kolaborasi ini membuktikan bahwa kebaikan tidak hanya membawa kebahagiaan bagi yang menerima, tetapi juga bagi yang memberi,” tambahnya dengan penuh rasa syukur.
Di balik cerita sederhana ini, ada pelajaran berharga tentang kekuatan kasih dan kepedulian. Sebuah nasi putih tanpa lauk yang dibagikan di media sosial telah memanggil banyak hati untuk bersatu, mengulurkan tangan, dan mengingatkan bahwa dalam setiap kesulitan, ada secercah harapan.(TimNewsyess)
TAGS :