Tokoh
Dari Rp 4,6Juta ke Rp 320 Miliar: Perjalanan Inspiratif, Made Astrawijaya,Pemucuk LPD Desa Adat Padangsambian
Kamis, 27 Februari 2025
Propil pemucuk lpd Desa adat Padangsambian
Desa Adat Padangsambian, Bali – Newsyess.com -
Selama 35 tahun perjalanan yang penuh liku, Pemucuk LPD Desa Adat Padangsambian, I Made Astrawijaya, Amd., telah menorehkan kisah inspiratif tentang kejujuran, kerja keras, dan dedikasi dalam mengelola lembaga keuangan desa. Dimulai dengan modal awal yang serba sederhana, yakni Rp 4,6 juta dari pemerintah tingkat Kabupaten dan Provinsi Bali pada tahun 1990-an, LPD yang dipimpinnya kini telah berkembang pesat dengan total aset mencapai Rp 320 miliar.
Dalam sebuah wawancara mendalam dengan Redaksi Newsyess.com, I Made Astrawijaya, Amd., menceritakan perjalanan yang penuh tantangan dan keberhasilan. “Awalnya, saya tidak begitu mengerti apa itu LPD. Saya hanyalah seorang pemuda yang baru lulus, dipanggil oleh Bendesa untuk membantu membangun lembaga keuangan yang sangat penting bagi desa. Dengan modal Rp 4,6 juta yang kami dapatkan melalui pelatihan intensif dan dukungan dari masyarakat, kami mulai dari nol, tanpa pamrih, dan dengan keyakinan bahwa kerja keras akan menghasilkan buah yang manis,” ujarnya.
Seiring waktu, LPD Desa Adat Padangsambian tumbuh menjadi institusi yang tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan simpan pinjam, tetapi juga sebagai alat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Peningkatan Modal Inti dari Rp 51,7 miliar (modal awal 2024) menjadi 84,6 miliar rupiah, yang akhirnya saat ini aset melesat hingga akhir Buku 2024 mencapai Rp 320 miliar, merupakan bukti nyata dari kepercayaan yang terus tumbuh di kalangan masyarakat Desa adat Padangsambian.
“Kita menerapkan sistem bunga kredit yang sangat bersahabat, mulai dari 0,6 hingga 1,3 persen menurun per bulan, di sisi lian peran Kita di desa adat khususnya dalam menyokong Kelancaran pembangunan Diidesa adat selama 35 tahun total dana pembangunan yang sudah Kami kontribusikan mencapai Rp 17 Miliar lebih. Dalam praktiknya, kami selalu menjunjung tinggi nilai kejujuran dan transparansi. Etika dalam perbankan adalah landasan kami, karena tanpa kejujuran, sulit sekali untuk mengaudit dan memastikan setiap rupiah bekerja untuk kesejahteraan bersama,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa perjalanan 35 tahun ini mengajarkan banyak hal, terutama mengenai pentingnya pemahaman mendalam terhadap ‘Jujur Saja ’ dan ‘Patut ’ sebuah filosofi yang mencerminkan komitmen untuk menjaga kapasitas dan integritas lembaga keuangan desa. “Kami belajar dari setiap tantangan, dari debat yang kadang keras, hingga pengalaman pahit ketika pegawai tidak memenuhi integritas yang diharapkan. Semua itu menjadi pelajaran berharga dalam mengelola LPD selama 35 Tahun dengan hati yang tulus,” pungkasnya.
Lebih dari sekadar angka dan data, kisah LPD Desa Adat Padangsambian adalah cermin semangat gotong royong dan kearifan lokal. Setiap peningkatan aset dan setiap rupiah yang dihasilkan bukan hanya untuk menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga untuk mendukung pembangunan sosial dan budaya di desa. “Kita ingin bahwa LPD Padangsambian ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menabung, meminjam, dan berinvestasi demi kemajuan desa. Ini adalah aset yang harus kita jaga bersama, agar generasi mendatang dapat mewarisi warisan yang penuh nilai dan keberlanjutan,” tegasnya dengan penuh harapan.
Dengan perjalanan yang telah ditempuh selama lebih dari tiga dekade, I Made Astrawijaya, Amd., berharap kisah LPD Desa Adat Padangsambian dapat menginspirasi lembaga-lembaga sejenis di seluruh Bali. “Semoga apa yang telah kita capai ini menjadi inspirasi bagi seluruh desa. Marilah kita terus bekerja dengan kejujuran, mengutamakan etika, dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa setiap langkah kita membawa harapan dan kemakmuran bagi seluruh Krama,” ujarnya.
Kisah inspiratif ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan pengelolaan keuangan desa, tetapi juga menyalurkan semangat kebersamaan yang akan terus mengalir seperti sungai, menyuburkan tanah yang menjadi warisan leluhur dan masa depan yang lebih cerah bagi Desa Adat Padangsambian. (Tim Redaksi Newsyess.com)
TAGS :