Tokoh
Desa Petak Kian Mantap Menuju Pertanian Sehat dan Ketahanan Pangan
Jumat, 14 Maret 2025
Kades desa petak gianyar
GIANYAR | Newsyess.com - 14 Maret 2025 – Desa Petak, Kecamatan Gianyar, kembali menegaskan komitmennya sebagai pelopor pertanian sehat berbasis Mikroba Organisme Lokal (MOL). Melalui program pendampingan berkelanjutan di Subak Bonyuh dan Subak Bonyuh Sari, desa ini semakin mantap dalam mewujudkan pertanian ramah lingkungan dan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Transformasi Pertanian di Desa Petak
Sejak dilantik pada pertengahan 2022, Perbekel Desa Petak, Anak Agung Gde Mayun Purnama, telah mencanangkan program pertanian sehat di dua subak ini sebagai proyek percontohan. Dengan luas lahan 28 hektare, para petani mulai meninggalkan ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia, beralih ke teknologi Konsorsium MOL, yang memanfaatkan mikroba lokal untuk memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan produktivitas pertanian.
"Tiga tahun perjalanan ini membuktikan bahwa pertanian sehat bisa berjalan dengan baik jika dilakukan secara konsisten. Hari ini, kami kembali menegaskan komitmen agar pertanian sehat di Desa Petak terus berkembang, tidak hanya di dua subak ini, tetapi juga di seluruh subak yang ada," ujar Anak Agung Gede Mayun Purnama.
Pendampingan dari PT Songsong dan Yayasan Harapan Lingkungan Hidup menjadi kunci keberhasilan program ini. Para petani mendapatkan bimbingan teknis mengenai penggunaan mikroba lokal untuk menghidupkan kembali unsur hara dalam tanah, sehingga lahan yang selama puluhan tahun terpapar pupuk kimia bisa kembali sehat dan subur.
Revitalisasi Tanah: Mengembalikan Kesuburan Alamiah
Selama ini, perbincangan seputar pertanian sering kali hanya terfokus pada bibit, pupuk, dan pengendalian hama. Namun, program di Desa Petak menitikberatkan pada pengolahan lahan yang sehat, karena tanah yang telah lama terpapar bahan kimia membutuhkan pemulihan agar kembali produktif.
"Tanah kita ini sudah lama ‘sakit’. Puluhan tahun penggunaan pupuk kimia membuatnya kehilangan unsur hara alami. Dengan mikroba lokal, kita sedang mengembalikan kesuburan tanah seperti pada masa nenek moyang kita dulu," jelas salah satu perwakilan Yayasan Harapan Lingkungan Hidup.
Penggunaan Konsorsium MOL tidak hanya membuat tanah lebih subur, tetapi juga membantu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih seimbang. Tanaman lebih tahan terhadap penyakit, hama lebih terkendali secara alami, dan hasil panen pun lebih sehat untuk dikonsumsi.
Dukungan Luas dari Berbagai Pihak
Kegiatan hari ini dihadiri oleh Jero Pekaseh Subak Bonyuh dan Jero Pekaseh Subak Bonyuh Sari, serta difasilitasi oleh perwakilan dari PT Songsong dan Yayasan Harapan Lingkungan Hidup. Sebelumnya, program ini juga mendapatkan dukungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gianyar, yang turut mendorong Desa Petak menjadi desa percontohan ketahanan pangan berbasis pertanian sehat.
Desa Petak Menuju Desa Wisata Berbasis Pertanian Sehat
Lebih dari sekadar pertanian, Desa Petak memiliki visi besar: menjadi desa ketahanan pangan berbasis padi sehat dan mengembangkan pariwisata berbasis pertanian sehat.
"Kami ingin mengembangkan konsep agrowisata, di mana wisatawan bisa melihat langsung bagaimana pertanian sehat dijalankan. Ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus memahami proses pertanian organik," jelas Anak Agung Gde Mayun Purnama.
Jika semua tujuh subak di Desa Petak berhasil menerapkan pertanian sehat, desa ini berpotensi besar menjadi ikon pertanian berkelanjutan di Bali. Dengan pendekatan ini, Desa Petak tidak hanya melindungi ekosistem pertaniannya, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru melalui sektor wisata.
Membangun Masa Depan Pertanian yang Berkelanjutan
Langkah yang diambil Desa Petak hari ini bukan hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi juga untuk masa depan. Dengan beralih ke metode pertanian sehat, para petani sedang membangun ekosistem yang lebih lestari bagi generasi mendatang.
"Sejatinya, pertanian sehat bukan hanya soal tanah yang subur, tetapi juga tentang kehidupan yang lebih baik, baik bagi petani maupun bagi seluruh masyarakat yang mengonsumsi hasil panennya," tutup Anak Agung Gde Mayun Purnama.
Dengan komitmen yang kuat dan dukungan dari berbagai pihak, Desa Petak semakin mantap menapaki jalan menuju ketahanan pangan dan pertanian sehat yang berkelanjutan. (TimNewsyess)
TAGS :