Tokoh

Desak Putu Tirta, SH, MH,: Srikandi Sukawati yang Mengabdi dengan Hati Nurani

 Jumat, 03 Januari 2025

Desak Putu tirta hobi ngayah di pura

Newsyess.com, Gianyar. 

Gianyar | Newsyess.com - Di balik sosok lembut Desak Putu Tirta, SH, MH, tersimpan semangat yang tak kenal lelah untuk melayani masyarakat. Sebagai anggota DPRD Kabupaten Gianyar dari Dapil Sukawati, yang juga merupakan kader PDI Perjuangan, Desak Tirta telah menjalani dua periode masa bakti, menjadikan dirinya sebagai figur teladan, terutama bagi perempuan Gianyar. Dengan julukan Srikandi Sukawati, Desak Tirta tidak hanya dikenal sebagai legislator, tetapi juga sebagai perempuan yang setia ngayah – mengabdi dengan hati nurani dalam setiap kesempatan.

Ngayah: Pengabdian yang Berakar pada Hati Nurani
Ngayah bagi Desak Tirta bukan sekadar tradisi. Baginya, ngayah adalah panggilan batin yang muncul tanpa paksaan, lahir dari keinginan tulus untuk memberikan waktu dan tenaga kepada Tuhan dan sesama. "Ngayah tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata," ungkapnya penuh haru. Dari membantu persiapan peodalan hingga tampil dalam tarian sakral, Desak Tirta merasa bahwa setiap momen ngayah adalah wujud syukur atas kesempatan hidup yang diberikan Tuhan.

“Kalau hanya lima menit saja kita bisa ngayah, itu sudah cukup bermakna. Tidak penting seberapa lama, tapi yang penting tulus,” ujarnya. Bagi Desak Tirta, ngayah adalah perjalanan spiritual yang tidak membutuhkan keturunan tertentu, melainkan hanya hati nurani yang bersih.

Perjalanan Panjang dalam Ngayah
Sejak baru menikah , Desak Tirta telah terlibat dalam berbagai karya besar, seperti di Pura Dalem kemudian  pada tahun 2002 di pura samun tiga  kemudian  pada tahun 2020 di pura Pengajengan Desa tengkulak kelod, Ia tetap meluangkan waktu untuk ngayah meskipun tanggung jawab sebagai legislator begitu besar. Tahun 2024 pun menjadi momen bersejarah ketika ia kembali ngayah dalam Puncak Karya Agung di Pura Ulun Suwi, dengan penuh dedikasi.

“Merasakan bahagia yang tak tergantikan saat diberi kesempatan ngayah dalam karya besar adalah berkah yang tidak ternilai,” katanya.

Membagi Waktu Antara Ngayah, Keluarga, dan Karier
Sebagai perempuan, istri, dan ibu, Desak Tirta menunjukkan kemampuan luar biasa dalam membagi waktu antara keluarga dan pengabdian. Ia menyadari pentingnya menjaga keseimbangan dalam kehidupan. "Harus bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Waktu untuk ngayah, keluarga, dan karier harus seimbang supaya semuanya berjalan lancar,” tutur Desak Tirta.

Ia juga mengakui bahwa dukungan keluarga menjadi pilar utama dalam menjalankan peran ganda. “Keluarga inti maupun besar sangat mendukung kegiatan saya. Itu adalah kekuatan yang membuat saya bisa terus bergerak,” tambahnya.

Menginspirasi Generasi Muda
Desak Tirta berharap pengabdiannya dapat menginspirasi generasi muda untuk melanjutkan tradisi ngayah. Meski ia menyadari bahwa setiap individu memiliki jalan dan panggilannya masing-masing, ia percaya bahwa ngayah dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada nilai-nilai spiritual dan budaya.

“Semua kembali pada hati masing-masing. Saya hanya berharap generasi muda dapat menemukan makna ngayah dalam hidup mereka, dengan cara mereka sendiri,” ujarnya.

Harapan bagi Masyarakat
Sebagai anggota DPRD, Desak putu Tirta memiliki harapan besar untuk masyarakat, terutama perempuan. Ia ingin mengajak lebih banyak ibu-ibu untuk turut ngayah, baik dalam seni, budaya, maupun ritual keagamaan. “Ngayah itu masalah hati. Kalau kita lakukan dengan tulus, pasti membawa kebahagiaan,” katanya penuh keyakinan.

Hidup dalam Pengabdian
Desak Putu Tirta adalah contoh nyata bagaimana pengabdian yang tulus dapat membawa kebahagiaan. Ia menjalani hidup dengan prinsip bahwa ngayah adalah inti dari keberadaan dirinya, baik sebagai pribadi maupun sebagai pemimpin. Dengan hati yang penuh rasa syukur, Desak  Putu Tirta terus melangkah, menginspirasi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Gianyar. “Selama Tuhan masih memberi kesempatan, saya akan terus ngayah,” tutupnya penuh keteguhan. (TimNewsyess)


TAGS :