News

Ekonomi Membaik, Aset LPD Kerobokan Melesat Menjadi LPD Terbaik di Bali dengan Aset Rp 600 Miliar dan Berkat Ilmu tata Kelola dari PT ARMS

 Rabu, 04 Oktober 2023

Lpd desa Adat kerobokan

Newsyess.com, Gianyar. 

 

Badung, Newsyess.com 
Semakin membaiknya perekonomian Bali saat ini berdampak positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan lembaga keuangan milik adat. Tentunya kinerja terus meningkat seperti halnya LPD Desa Adat Kerobokan di kabupaten Badung semakin bertumbuh. Dimana aset LPD menjadi LPD terbaik di Bali. Hingga Bulan Agustus aset mencapai Rp 600 Miliar. Apa yang diraih LPD Kerobokan berkat belajar ilmu tata Kelola dari PT  ARMS serta Yayasan Paiketan Lembaga sehati Bali (YPLSB).
Pemucuk LPD Desa Adat Kerobokan, I Ketut Sender, SE, M.M ketika ditemui Newsyess pada, Rabu, 04/10/2023 di kantor LPD Kerobokan Badung, menyatakan seiring membaiknya situasi ekonomi LPD terus tumbuh. "Kami di LPD Kerobokan mengikuti kondisi tersebut. Melihat perkembangan dana pihak ketiga dan begitu juga kredit naik signifikan," ujar dia.
Dikatakan bahwa aset yang mencapai Rp 600 miliar, menjadikan LPD Kerobokan terbesar di Bali. "Namun kami belum tahu tabelnya, apa yang lebih besar dari aset kami. Namun di Badung dan Kuta rata-rata aset mencapai setengah triliun. Kebanyakan yang ada di paiketan," jelas dia.
Kepercayaan masyarakat begitu tinggi terhadap LPD akibat pelayanan yang diberikan dan menunjukkan performa yang baik. "Ketika ada transaksi, kami layani dengan cepat. Sedikit pun waktu berguna. Di era bisnis, kecepatan yang utama," jelas dia.
Ketika ada kredit pun, cepat dianalisa. "Sehingga masyarakat bisa sangat percaya dengan pelayanan cepat bisa melangkah lebih lanjut," jelasnya.
Pesatnya pertumbuhan LPD dimulai sejak Maret 2023, usai pandemi covid. "Dari sana menanjak terus, aset kami peningkatan luar biasa," ungkap dia.
Selanjutnya, kehadiran ATM di LPD Kerobokan, masih memberikan ruang kepada nasabah yang ingin bertransaksi di mesin ATM. "Sehingga bisa bertransaksi di saat libur, walaupun tidak libur, sebelum atau setelah buka kantor bisa transaksi," jelas dia.
Diakui, kini transaksi ATM belum ramai, hanya Rp 70 juta saja. "Bagi yang usahanya stand by terus, itu yang membutuhkan, perlu kecepatan," jelasnya.
Selain itu, nasabah bisa memanfaatkan kantor kas yang dibangun untuk mendekati masyarakat. 
Dikatakan lebih lanjut, apa yang telah diraih ini, salah satunya berkat ilmu tata kelola dari ARMS. "Karena kami tahu arah kami selanjutnya. Ke depan, LPD kian kuat, tidak ragu untuk melangkah," ujar dia.
Selanjutnya, kredit bunga khusus 0,5 persen, masih diberlakukan di ayda yang lama tersimpan di aktiva lainnya. "Agar segera dilikuid. Agar masyarakat bisa memiliki ayda. Sekarang lumayan laku mencapai Rp 10 miliar," ujar dia.
Selanjutnya, dia berharap agar persoalan bisa diselesaikan. "Kami kurangi persoalan. Dan kami optimis kami sesuai berjalan rencana kerja. Kalau bisa melebihi," tutup dia. (Ngakan Suardika)


TAGS :