News

Gembleng Waterfall akan Siapakan Paket Wisata dengan Melibatkan Petani Arak di Desa Adat Tri Eka Buana

 Rabu, 16 Agustus 2023

Gembleng waterfall

Newsyess.com, Karangasem. 

 

Karangasem, Newsyess.com - 
Pendiri sekaligus Pengelola Gembleng Waterfall, I Komang Budiarta atau yang biasa dipanggil Komang Budi terus berinovasi. Tamu yang datang diberikan paket untuk diajak melihat produksi arak.
"Selain ada Aikon kolam Jaczi di gembleng waterfall  setelah melihat Gembleng Waterfall diajak lihat pembuatan arak," ujar dia ketika ditemui Newsyess pada, Rabu, 16/8/2023 di Gembleng waterfall di desa Adat Tri Eka Buana Sidemen, Karangasem.
Pembuatan itu berlangsung di rumah warga. "Itu yang kami jual (sajikan, Red) ke masyarakat. Namun sebelum grand opening, kami buatkan tempat rumah arak," jelasnya.
Rumah arak seluas 1 are, dengan fasilitas, tester, tempat penyulingan dan bahan baku dari tuak enau.
Untuk pembangunan, dari anggaran kelompok usaha.
Di Gembleng, terdiri dari 40 kelompok petani arak dan 20 orang merupakan pegawai.
Mengenai Produksinya tergantung dari cuaca. "Kalau hujan, licin. Tidak mungkin manjat kelapa. Tentunya memengaruhi produksi," jelasnya.
Dikatakan, untuk satu orang petani menghasilkan sekitar 14 botol. "Itu diproduksi selama 3 hari. Tergantung kualitas kelapa," jelasnya.
Jika kualitas kelapa banyak mengeluarkan air nira, maka proses mendapatkan arak lebih cepat. "Setelah tiga hari, hasil pasti bagus," ungkap dia.
Dikatakan lebih lanjut, antara waterfall dengan petani arak sudah sinergi. 
Nah, kini, dengan kebijakan gubernur Bali Wayan Koster, pihaknya menyambut baik. "Kebijakannya bagus untuk melestarikan tradisi," jelasnya.
Adapun harapan pengelola, agar kedatangan tamu lokal dan asing lebih banyak lagi ke Karangasem. 
Dengan kondisi ekonomi yang membaik, kunjungan wisatawan ke Gembleng Waterfall mencapai 100-200 orang sehari dengan pemasukan berdasarkan donasi.
Pihaknya yakin dan optimis dengan keberadaan waterfall ini. "Sekarang menyerap tenaga kerja 10-15 orang. Mereka membersihkan kolam, manjat pohon dan lainnya," ujar dia.
Apabila rumah arak beroperasi dan rampung, bisa saja pengelola menambah kunjungan. Pengelola juga berharap ada perhatian dari pemerintah. "Agar pengembangan kami lebih cepat," tutup dia. (Ngakan Suardika)


TAGS :