Tokoh

Hermitianta Prasetya Putra dan Peran Merah Putih Hijau (MPH) dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Bali

 Rabu, 19 Maret 2025

Mph bali

Newsyess.com, Gianyar. 

Gianyar | Newsyess.com - 19 Maret 2025 – Merah Putih Hijau (MPH) terus menunjukkan perannya sebagai organisasi yang aktif dalam pendampingan pengelolaan sampah di Bali. Melalui program yang mendukung 15 desa, termasuk Desa Sidan, MPH berkomitmen untuk membangun sistem pengelolaan sampah berbasis sumber yang lebih efektif dan berkelanjutan.  

Salah satu pencapaian MPH baru-baru ini adalah keberhasilannya menarik perhatian 50 jurnalis lingkungan dari berbagai negara, yang tergabung dalam Earth Journalism Network (EJN). Kunjungan ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan mempelajari model pengelolaan sampah berbasis sumber yang diterapkan di Desa Sidan.  

Menurut Hermitianta Prasetya Putra, Program Director Merah Putih Hijau sekaligus perwakilan Yayasan Bumi Sasmaya, Desa Sidan dipilih karena progresnya yang signifikan dalam pengelolaan sampah serta komitmennya dalam mendukung program ini baik secara anggaran maupun kebijakan.  

"Kami melihat Desa Sidan sebagai contoh yang baik dalam penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber. Pemerintah desa telah menunjukkan komitmen yang kuat, baik dalam bentuk dukungan anggaran maupun dalam mendorong partisipasi masyarakat," ujar Hermitianta.  

MPH dan Pendampingan 15 Desa di Bali  

Sejak berdiri, MPH telah mendampingi 15 desa di Bali, dengan fokus pada pengelolaan sampah yang melibatkan TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) dan edukasi masyarakat.  

Di Desa Sidan, program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk:  
✔ Pemerintah desa, yang mendukung dengan kebijakan dan anggaran.  
✔ Masyarakat, yang diberikan edukasi untuk memilah sampah dari sumbernya.  
✔ Tim pengelola TPS 3R, yang mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos, mendaur ulang plastik, dan mengelola sampah residu dengan lebih baik.  

Jurnalis Internasional Apresiasi Model Pengelolaan Sampah Desa Sidan  

Dalam kunjungan yang dihadiri oleh jurnalis dari Inggris, India, Kamboja, dan negara lainnya, para peserta berdiskusi mengenai tantangan dan solusi dalam pengelolaan sampah di berbagai negara.  

Hermitianta menyampaikan bahwa para jurnalis sangat terkesan dengan pendekatan yang diterapkan di Desa Sidan, terutama dalam hal pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.  

"Kami melakukan sesi berbagi pengalaman. Para jurnalis menceritakan bagaimana negara mereka menangani sampah, sementara kami menjelaskan sistem yang diterapkan di Sidan. Banyak dari mereka yang melihat bahwa metode yang diterapkan di sini bisa menjadi contoh bagi daerah lain," jelasnya.  

Selain itu, para jurnalis juga menyoroti peran penting insentif dalam pengelolaan sampah. Di beberapa negara, pengelola sampah mendapatkan dukungan dana dan fasilitas dari pemerintah, sementara di Indonesia, insentif masih sangat terbatas.  

"Salah satu tantangan terbesar di Bali adalah kurangnya insentif bagi mereka yang mengelola sampah. Banyak yang enggan terlibat karena tidak ada dukungan finansial yang memadai. Di negara lain, ada anggaran khusus untuk pengadaan infrastruktur, biaya operasional, hingga dukungan alat transportasi bagi pengelola sampah," papar Hermitianta.  

Harapan MPH: Desa Sidan Jadi Model Nasional  

MPH berharap Desa Sidan dapat terus menjalankan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber secara konsisten dan menjadi model bagi desa-desa lain di Indonesia.  

"Kami ingin Desa Sidan menjadi contoh sukses yang dapat direplikasi di desa lain. Dengan mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan dan meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah di tingkat desa, kita bisa menciptakan sistem yang lebih berkelanjutan," tutup Hermitianta.  

Dengan adanya kolaborasi antara organisasi seperti MPH, pemerintah desa, dan dukungan masyarakat, pengelolaan sampah yang lebih baik bukan hanya sekadar impian, tetapi menjadi kenyataan yang bisa diterapkan di seluruh Indonesia.(TimNewsyess)


TAGS :