Tokoh
I Gusti Ketut Sudarsana: Dari Gaji Mini Hingga Mengelola Aset Rp32 Miliar, Perjalanan Inspiratif Pemucuk LPD Desa Adat Selat
Selasa, 25 Februari 2025
Propil LPD Desa adat Selat
Badung, Newsyess.com – Di balik keberhasilan LPD Desa Adat Selat Kabupaten Badung yang kini memiliki aset mencapai Rp 32 miliar, tersimpan kisah perjalanan panjang dan penuh liku I Gusti Ketut Sudarsana. Saat ditemui di kantor LPD Selat Badung, I Gusti Ketut Sudarsana dengan rendah hati menceritakan perjalanan karirnya yang dimulai dari masa-masa sederhana sebagai pegawai biasa sejak tahun 1995 hingga akhirnya dipercaya memimpin lembaga keuangan desa yang telah tumbuh menjadi pilar ekonomi masyarakat lokal.
Awal yang Sederhana dan Tantangan Awal Karir
“Awalnya, saya hanyalah seorang pegawai biasa ketika bergabung di LPD ini pada tahun 1995,” kenangnya. Ia mengungkapkan bahwa pada masa itu, LPD didirikan oleh sekitar 7 orang pendiri yang memiliki semangat untuk mengaktualisasikan potensi ekonomi desa melalui sistem simpan-pinjam. “Kami memulai dengan modal awal dari Kabupaten Badung , sekitar Rp 5 juta.” jelasnya.
Pengalaman masa-masa awal tersebut tidaklah mudah. Gaji pertama yang diterimanya hanya sekitar Rp 40.000 per bulan, dan selama empat bulan awal ia bahkan harus bekerja tanpa menerima gaji. “Memang, di masa itu saya tidak pernah terpikirkan untuk memiliki gaji yang layak. Semua itu kami jalani dengan semangat dan kepercayaan, meski pada awalnya nilai uang belum seberapa,” ujarnya.
Perjuangan dan Pembelajaran dari Setiap Tantangan
Seiring berjalannya waktu, I Gusti Ketut Sudarsana mulai mengembangkan LPD Selat dengan kerja keras dan prinsip kejujuran yang menjadi landasan. “Selama lebih dari 30 tahun, kami menghadapi suka dan duka. Ada masa-masa di mana kredit macet menjadi masalah, namun pengalaman itu mengajarkan kami untuk lebih teliti dan hati-hati dalam mengelola setiap dana masyarakat di lpd ” pungkasnya.
Salah satu titik balik penting terjadi ketika masyarakat mulai mempercayakan dana mereka kepada LPD. “Ada seorang warga desa selat yang mengalihkan tabungan sebesar Rp 50 juta ke LPD . Itu menjadi momentum penting, karena uang tersebut kemudian kami kelola dan pinjamkan dengan sistem yang lebih teratur. Dari situ, kepercayaan masyarakat semakin tumbuh,” tambahnya.
Menuju Puncak Keberhasilan dan Harapan untuk Masa Depan
Kini, dengan aset yang mencapai Rp 32 miliar, LPD Desa Adat Selat telah menjadi lembaga keuangan yang tidak hanya menyediakan fasilitas simpan-pinjam, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung berbagai kegiatan sosial dan pembangunan desa. “Melihat pencapaian ini, saya merasa bangga sekaligus terharu. Saya tidak pernah membayangkan bahwa dari gaji yang sangat kecil dan modal awal yang minim, kita bisa berkembang begitu pesat,” ujarnya dengan mata berbinar.
Keberhasilan ini tidak lepas dari filosofi dasar LPD yang menekankan kesetaraan dan pemberdayaan. “Kami selalu berusaha meratakan simpanan dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat dan juga nasabah LPD , tidak hanya bagi yang memiliki banyak uang. Itulah prinsip kami untuk mensejahterakan Masyarakat dan j ga desa adat ,” jelas I Gusti Ketut Sudarsana.
Ke depannya, ia menaruh harapan besar agar generasi muda dapat mengambil alih dan mengembangkan LPD ini. “Kami sudah mulai melibatkan anak muda dalam kepengurusan. Energi mereka sangat diperlukan untuk membawa inovasi, terutama dalam era digital ini. Target kami adalah menerapkan sistem online agar transaksi bisa lebih mudah dan transparan,” tambahnya.
Pesan untuk Generasi Mendatang
Dalam menutup wawancara, I Gusti Ketut Sudarsana menyampaikan pesan kepada generasi penerus, “Semangat kejujuran dan kerja keras adalah kunci utama. Saya berharap anak muda tidak melupakan akar kita dan selalu menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat. Mari kita terus kembangkan LPD ini untuk kesejahteraan bersama dan untuk kemajuan desa kita.”
Profil I Gusti Ketut Sudarsana adalah cermin inspirasi bagaimana keberanian, ketekunan, dan prinsip kejujuran dapat mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, membangun sebuah lembaga keuangan milik adat yang kini telah menjadi sumber kemakmuran bagi masyarakat Desa Adat Selat. Kisahnya terus menjadi motivasi bagi banyak orang untuk berjuang dan percaya bahwa dari hal-hal kecil, mimpi besar bisa diwujudkan. (TimNewsyess)
TAGS :