Desa Adat

Jadwal Rerainan Bali Bulan Maret 2025: Waktu Sakral untuk Memuja dan Merenung

 Rabu, 19 Maret 2025

Jadwal rainan bali bulan maret

Newsyess.com, Bali. 

BALI, Newsyess.com – Bulan Maret 2025 menjadi bulan yang penuh makna bagi umat Hindu di Bali. Sejumlah rerainan atau hari suci akan dirayakan berdasarkan penanggalan kalender Bali, mulai dari Anggar Kasih Kulantir hingga Hari Raya Nyepi dan Ngembak Geni. Setiap rerainan memiliki filosofi dan ritualnya sendiri, menjadi momentum untuk memuja, bersyukur, serta merenung.

Berikut adalah jadwal rerainan selama bulan Maret 2025, sebagaimana dilansir dari kalenderbali.org:

Jadwal Rerainan Maret 2025

4 Maret 2025 – Anggar Kasih Kulantir
Hari ini merupakan waktu pemujaan kepada Bhatara Mahadewa, salah satu manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam tradisi Hindu, Bhatara Mahadewa melambangkan keseimbangan dan perlindungan.

10 Maret 2025 – Soma Umanis Tolu
Pada hari ini, umat Hindu memuja Bhatara-Bhatari di merajan atau paibon. Ini adalah saat yang baik untuk memohon berkah dan kesejahteraan bagi keluarga.

14 Maret 2025 – Purnama
Purnama adalah salah satu hari suci yang sangat penting dalam kalender Bali. Pada hari ini, umat Hindu menghaturkan sesajen di pura dan merajan, memohon cahaya spiritual serta keberkahan dalam hidup.

19 Maret 2025 – Kajeng Keliwon Uwudan & Buda Keliwon Gumbreg
Hari yang dianggap memiliki energi spiritual kuat, sering dimanfaatkan untuk melukat (ritual penyucian diri) serta melakukan upacara Bhuta Yadnya untuk menetralisir energi negatif.

28 Maret 2025 – Tilem
Tilem adalah hari gelap dalam siklus bulan, menjadi waktu untuk introspeksi dan meditasi. Umat Hindu menghaturkan banten sebagai wujud permohonan perlindungan dari Sang Hyang Widhi.

29 Maret 2025 – Tumpek Uduh/Pengatag/Pengarah/Bubuh
Hari ini merupakan peringatan Kemakmuran, di mana umat Hindu menghaturkan sesajen kepada tumbuh-tumbuhan sebagai wujud rasa syukur kepada alam.

29 Maret 2025 – Hari Raya Nyepi
Nyepi adalah hari suci yang sangat sakral, di mana umat Hindu melakukan Catur Brata Penyepian, yaitu:
Amati Geni (tidak menyalakan api/lampu)
Amati Karya (tidak bekerja)
Amati Lelungan (tidak bepergian)
Amati Lelanguan (tidak mencari hiburan)
Nyepi bukan sekadar hari tanpa aktivitas, tetapi momen untuk meditasi, refleksi diri, serta meresapi makna kehidupan.

30 Maret 2025 – Ngembak Geni
Sehari setelah Nyepi, umat Hindu merayakan Ngembak Geni, yang menjadi momentum untuk bersilaturahmi, saling memaafkan, serta mempererat hubungan keluarga dan masyarakat.

31 Maret 2025 – Soma Paing Warigadean
Hari pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widi dalam manifestasinya sebagai Bhatara Brahma, dengan menghaturkan sesaji di merajan atau sanggah kemulan.

Ala Ayuning Dewasa Maret 2025: Hari Baik dan Buruk untuk Berbagai Kegiatan

Dalam budaya Bali, setiap hari memiliki nilai baik (dewasa ayu) dan kurang baik (alahing dewasa). Beberapa hari dalam bulan Maret memiliki makna khusus, antara lain:

19 Maret 2025 (Kajeng Keliwon Uwudan)
Carik Walangati: Tidak baik untuk pernikahan, ngaben, dan membangun rumah.
Kala Jengking: Baik untuk mulai belajar menari, menabuh gamelan, dan membuat jaring ikan.
Kala Keciran: Baik untuk membuat saluran air dan pisau penyadap nira.

Taliwangke
Baik untuk memasang tali penghambat di sawah dan membuat tali pengikat padi.
Tidak baik untuk menenun atau membuat tali ternak.

Makna Spiritual dalam Setiap Rerainan

Hari-hari suci dalam kalender Bali bukan sekadar perayaan, tetapi juga mengandung filosofi mendalam tentang keseimbangan hidup. Nyepi, misalnya, bukan hanya tentang hening, tetapi juga simbol pembersihan diri dan alam. Tumpek Uduh mengajarkan kita untuk menghargai alam sebagai sumber kehidupan.

Sebagaimana yang diungkapkan Ngakan Putu Siardika, Chief Editor Newsyess.com, dalam pesan bijaknya:

"Rerainan bukan hanya ritual, tetapi juga cermin bagi kita untuk memahami kehidupan. Di dalamnya ada doa, harapan, dan pengingat bahwa kita adalah bagian dari semesta yang saling terhubung. Berbagi, bersyukur, dan menjaga keseimbangan alam adalah kunci kebahagiaan sejati."

Dengan memahami makna setiap rerainan, umat Hindu dapat lebih mendalami spiritualitasnya dan menjalani hidup dengan lebih penuh kesadaran. Semoga setiap doa yang dipanjatkan pada bulan Maret ini membawa berkah dan kesejahteraan bagi semua. (TimNewsyess)


TAGS :