Tokoh
Keheningan Nyepi dan Indahnya Berbagi: Newsyess Bagikan Paket Sembako untuk Pecalang Desa Adat Suwat
Minggu, 30 Maret 2025
Redaksi newsyess berbagi
GIANYAR | Newsyess.com – Dalam senyapnya malam Pengerupukan, ketika angin membawa harum dupa dan suara gambelan masih bergema di kejauhan, ada satu pesan yang terukir dalam jiwa: kebaikan adalah cahaya yang tetap menyala, bahkan dalam keheningan Nyepi.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka yang bertugas menjaga ketertiban saat Brata Catur Penyepian, Pimpinan Redaksi Newsyess, Ngakan Putu Suardika, yang akrab disapa Ngakan Yess, memimpin aksi berbagi mi instan dan telur kepada Pecalang Desa Adat Suwat. Pecalang, para penjaga ketenangan Nyepi, adalah benteng tak kasat mata yang memastikan keheningan tetap terjaga, agar semesta dan jiwa manusia bisa kembali dalam harmoni.
Pesan Tulus di Hari Suci
Dalam kesempatan ini, Ngakan Yess menyampaikan pesan penuh makna, mengingatkan bahwa keheningan Nyepi bukan sekadar tanpa suara, tetapi tentang menemukan kembali cahaya dalam diri.
"Nyepi mengajarkan kita tentang keseimbangan. Ketika dunia berhenti sejenak, kita diberi ruang untuk menyelami kedamaian batin. Di tengah hening itu, ada mereka yang tetap berjaga, memastikan kesucian hari ini tetap terjaga. Berbagi adalah bentuk rasa syukur kami, semoga sekecil apa pun yang diberikan menjadi berkah bagi kita semua," ujarnya dengan penuh haru.
Aksi berbagi ini juga tidak lepas dari dukungan banyak pihak, termasuk lembaga keuangan yang selalu menjadi pilar ekonomi Bali. Ngakan Yess mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Bank BPD Bali, LPD, BPR, serta Gerakan Koperasi Bali yang telah ikut serta dalam gerakan ini. Tak lupa, apresiasi juga disampaikan kepada tokoh-tokoh masyarakat Bali yang dengan penuh ketulusan ikut berbagi untuk sesama.
Baca juga:
Malam Pengerupukan di Desa Adat Suwat: Harmoni Tradisi, Kebersamaan, dan Harapan Masa Depan
"Di hari suci ini, saya ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada semua lembaga keuangan dan tokoh masyarakat yang telah mendukung aksi berbagi ini. Semoga sinergi kebaikan ini terus mengalir dan membawa keberkahan bagi Bali dan kita semua," tambahnya.
Baca juga:
Malam Pengerupukan dalam Parade Ogoh-Ogoh: STT Kundalini Sakti Banjar Tri Wangsa Hadirkan
Keheningan yang Menghidupkan Jiwa
Saat Brata Catur Penyepian dimulai, desa-desa akan sunyi, lampu-lampu padam, dan langkah-langkah manusia seolah berhenti. Namun, di balik kesunyian itu, ada denyut kehidupan yang tetap bergetar doa-doa yang dilantunkan dalam hati, introspeksi yang menghidupkan jiwa, serta kebaikan yang terus mengalir tanpa suara.
Aksi berbagi ini bukan sekadar tentang memberi, tetapi tentang menyalakan kehangatan dalam keheningan, tentang menjaga keseimbangan antara memberi dan menerima, sebagaimana semesta menjaga harmoni antara terang dan gelap.
Baca juga:
Redaksi Newsyess Berbagi Kasih Melalui Paket Sembako di Ngembak Geni untuk Ni Ketut Sambaa:
Di penghujung malam Pengerupukan, ketika obor telah padam dan ogoh-ogoh telah musnah dalam bara api, tersisa satu hal yang tetap menyala cahaya kebaikan yang terus hidup dalam hati mereka yang peduli. Nyepi bukan sekadar tentang diam, tetapi tentang mendengar dengan hati.
Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1947. Semoga damai dan cahaya selalu menyertai langkah kita. (TimNewsyess)
TAGS :