Tokoh

Kisah Pilu dan Harapan di Balik Gubuk Prangsari Kaja: Redaksi Newsyess Berbagi Cinta Dengan Sembako

 Selasa, 05 November 2024

Redaksi newsyess berbagi

Newsyess.com, Karangasem. 

 

Karangasem | Newsyess.com - Di sudut desa yang sunyi, di Banjar Dinas Prangsari Kaja, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, hiduplah I Nyoman Nuyasa dan istrinya, Ni Wayan Resa. Mereka bukan hanya dihantui usia senja, tetapi juga oleh penyakit yang menggerogoti tubuh mereka tanpa belas kasihan. I Nyoman Nuyasa, seorang pria 70 tahun, berjuang melawan asma yang telah menahun, membuat napasnya senantiasa terengah-engah, sementara Ni Wayan Resa hidup dengan hipertensi yang melumpuhkan kemampuan fisiknya untuk beraktivitas seperti orang lain.  

Dari gubuk kecil mereka, hanya ada asa yang dipertahankan dengan sisa tenaga. I Nyoman Nuyasa mencoba membuat katik sate untuk menyambung hidup, sedangkan Ni Wayan Resa menganyam rotan, meskipun hasilnya tak seberapa. Di tengah kesulitan itu, tangan-tangan lembut dari Redaksi Newsyess datang membawa secercah harapan, berupa paket sembako dan kunjungan penuh kasih yang berarti lebih dari sekadar bantuan fisik.

Menghidupkan Api Kepedulian

Ngakan Putu Suardika, atau yang lebih akrab dikenal dengan Ngakan Yess, hadir mewakili semangat Redaksi Newsyess. Di hadapan pasangan tua yang lemah itu, ia berbicara dengan nada yang menenangkan, seolah menghapus sebagian beban di hati mereka. “Kehidupan kadang tak memberi kita pilihan, tetapi selalu ada tangan-tangan yang siap menjangkau. Aksi ini bukan sekadar berbagi materi, melainkan bukti bahwa cinta dan kepedulian di dunia ini masih ada, masih mengalir di nadi kemanusiaan kita,” ujar Ngakan Yess dengan penuh kelembutan.

Dengan suara yang tergetar oleh empati, Ngakan Yess menyampaikan rasa terima kasihnya yang tulus kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan aksi ini. LPD Bali, BPR, Gerakan Koperasi Bali, Bank BPD Bali, serta mitra lainnya telah menjadi bagian dari kisah indah ini. “Dukungan ini memberikan makna lebih dalam, bukan hanya soal materi, tetapi menjadi bukti bahwa kepedulian sosial itu nyata dan akan terus menyala. Dengan ini, kami ingin menunjukkan bahwa setiap tindakan kecil, sekecil apa pun, bisa memberi dampak besar bagi mereka yang membutuhkan,” tambahnya.

Sinar di Balik Penderitaan

Ketika sembako itu diserahkan, mata I Nyoman Nuyasa berkaca-kaca. Ada kehangatan dalam lirikan kecilnya yang lemah, seakan tubuhnya yang ringkih ingin berterima kasih meski tak sanggup berkata-kata. Ni Wayan Resa, meski tubuhnya gemetar oleh usia dan penyakit, mencoba tersenyum sambil meraba tangan Ngakan Yess, seolah ingin menyampaikan rasa syukur yang tak terucapkan.

Di balik gubuk yang berkeriap diterpa angin malam dan gemuruh hujan, ada api kecil yang kembali menyala api harapan. Kehadiran Redaksi Newsyess di tengah mereka adalah pengingat bahwa dalam kesendirian, ada yang peduli; dalam keterasingan, ada yang datang menjenguk. Bagi pasangan tua itu, ini bukan hanya tentang sembako, tapi tentang perasaan bahwa mereka tidak sendiri dalam perjuangan hidup yang keras.

Langkah Kecil, Dampak Besar

Ngakan Yess, dalam refleksi akhir kunjungannya, menambahkan, “Kepedulian adalah tali penghubung kita dengan sesama. Setiap langkah kecil yang kita ambil akan menjalin kisah yang lebih besar, kisah tentang kemanusiaan dan harapan. Di tengah keterbatasan, kita harus percaya bahwa cinta sejati adalah memberikan sebagian dari diri kita untuk orang lain,” katanya, penuh kebijaksanaan.

Dengan semangat yang tak pudar, Redaksi Newsyess terus bergerak, memastikan bahwa senyum-senyum kecil tetap menghiasi wajah mereka yang hampir kehilangan harapan. Dan di Prangsari Kaja, cahaya itu kini telah datang, mengingatkan bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalannya. (TimNewsyess)


TAGS :