Tokoh
KSU Barong: Dari Rentenir ke Koperasi Mandiri dengan Aset Rp 2 Miliar r
Senin, 24 Maret 2025
Ksu barong
Gianyar | Newsyess.com – Berawal dari kelompok kecil yang ingin membantu sesama, Koperasi Serba Usaha (KSU) Barong kini tumbuh menjadi lembaga keuangan mandiri dengan aset mencapai Rp 2 miliar. Berlokasi di Banjar Tarukan, Desa Mas, Ubud, Gianyar, koperasi ini terus berkembang dengan konsep kebersamaan dan gotong royong yang kuat.
I Ketut Poasa, Ketua KSU Barong, menceritakan perjalanan panjang koperasi ini. Awalnya, KSU Barong hanyalah kelompok kecil yang menghimpun dana dari anggotanya, tanpa badan hukum. Setiap bulan, anggota menyisihkan dana Rp 10.000 hingga terkumpul dan dipinjamkan kepada mereka yang membutuhkan. Saat itu, bunga yang diterapkan masih sekitar 2%. Namun, setelah memahami bahwa praktik peminjaman tanpa izin bisa dianggap melanggar hukum, kelompok ini memutuskan untuk mendirikan koperasi dengan badan hukum resmi pada tahun 2009.
Dari Kelompok Kecil Menuju Koperasi Profesional
KSU Barong baru beroperasi secara profesional sejak tahun 2019, terutama setelah pandemi COVID-19 yang menjadi tantangan sekaligus peluang bagi koperasi ini untuk lebih berkembang. Dengan sistem pengelolaan yang lebih rapi dan transparan, koperasi ini mulai menarik lebih banyak anggota.
"Kami memulai dari kelompok kecil, hanya 23 orang di lingkungan kampung. Tapi seiring waktu, kami membuka keanggotaan hingga ke seluruh wilayah Gianyar. Saat ini, anggota kami sudah mencapai 257 orang," ujar I Ketut Poasa.
Untuk menjaga komitmen dan keseriusan anggota, KSU Barong menerapkan syarat minimal simpanan sebesar Rp 1 juta bagi anggota baru. Keputusan ini diambil setelah pengalaman sebelumnya, di mana banyak anggota yang masuk dengan simpanan Rp 100 ribu, namun kurang bertanggung jawab dalam membayar pinjaman mereka.
"Kami ingin anggota yang benar-benar serius. Kalau seseorang mau bergabung dengan simpanan Rp 1 juta, berarti dia punya niat dan tanggung jawab. Ini demi keamanan dan keberlanjutan koperasi," tambahnya.
Konsep Koperasi Berbasis Kebersamaan
Nama Barong dalam koperasi ini berasal dari kata bareng, yang dalam bahasa Bali berarti bersama-sama. Filosofi ini mencerminkan esensi koperasi yang berbasis kebersamaan dan gotong royong.
"Koperasi ini lahir dari semangat kebersamaan. Awalnya, kami hanya membantu teman-teman yang butuh dana. Dari situ berkembang menjadi koperasi resmi yang bisa memberikan manfaat lebih luas," jelas I Ketut Poasa.
Meski masih dalam skala menengah, KSU Barong tetap memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat sekitar. Dana sosial selalu disisihkan untuk mendukung berbagai kegiatan, termasuk upacara adat dan kegiatan kepemudaan di lingkungan tempat koperasi berdiri.
Sistem Bunga yang Kompetitif
Dalam operasionalnya, KSU Barong menerapkan suku bunga pinjaman sebesar 1,5%, yang dianggap cukup kompetitif untuk koperasi di tingkat desa.
"Jangan dibandingkan dengan koperasi besar yang bunganya di bawah 1%. Untuk koperasi di tingkat desa, suku bunga 1,5% sudah cukup ringan dan tetap bisa memberikan kontribusi bagi anggota," kata I Ketut Poasa.
Selain itu, koperasi ini juga membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada anggota setiap tahunnya melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT), sesuai dengan prinsip koperasi yang mengutamakan kesejahteraan bersama.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Mengelola koperasi di tingkat desa tentu tidak lepas dari tantangan. Salah satu kendala yang dihadapi adalah pajak koperasi yang mencapai 11%.
"Saat laba tinggi, pajak yang harus kami bayar juga besar. Idealnya, ada kebijakan pemerintah yang lebih berpihak kepada koperasi rakyat seperti kami. Tapi, tentu kami tetap mengikuti regulasi yang ada," ungkap I Ketut Poasa.
Ia juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait koperasi desa. Menurutnya, daripada terus mendirikan koperasi baru, lebih baik koperasi yang sudah ada diperkuat dan dibantu secara finansial agar bisa lebih berkembang.
"Banyak koperasi yang sekarat, yang butuh pembinaan dan modal tambahan. Daripada membuat koperasi baru, lebih baik yang sudah ada dioptimalkan. Itu akan jauh lebih efektif," tambahnya.
Target 2025: Lebih Stabil dan Berkontribusi
Ke depan, KSU Barong tidak memiliki target yang muluk-muluk. Fokus utama koperasi ini adalah menjaga keberlanjutan, meningkatkan laba, dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada anggota.
"Target kami sederhana, bisa terus melayani anggota dengan baik dan meningkatkan laba beberapa digit. Itu sudah cukup sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada anggota," ujar I Ketut Poasa.
Dengan semangat kebersamaan dan pengelolaan yang semakin profesional, KSU Barong membuktikan bahwa koperasi berbasis desa pun bisa berkembang dan memberikan manfaat besar bagi anggotanya. Dari kelompok kecil yang berbasis kepercayaan, kini KSU Barong telah menjadi lembaga keuangan mandiri yang terus tumbuh, menjadi contoh nyata bahwa koperasi dapat menjadi solusi keuangan yang sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat desa. (TimNewsyess)
TAGS :