Tokoh

LPD Desa Adat Sidembunut Gelar LPJ Tahun Buku 2024, Aset Tembus Rp 7,2 Miliar

 Kamis, 20 Maret 2025

Lpd desa adat sidembunut

Newsyess.com, Bangli. 

Bangli | Newsyess.com – Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Sidembunut kembali mencatatkan pertumbuhan positif dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) Tahun Buku 2024. Bertempat di Wantilan Desa Adat Sidembunut, pada Rabu, 19 Maret 2025, LPJ tahunan ini menunjukkan bahwa aset LPD meningkat signifikan hingga Rp 7,2 miliar, dengan laba bersih mencapai Rp 158,6 juta.

Tidak hanya itu, dana pembangunan desa adat yang disisihkan dari keuntungan LPD juga mencapai Rp 31,7 juta, sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat adat setempat.

Kinerja positif ini merupakan kelanjutan dari tren pertumbuhan yang telah dicapai LPD Sidembunut dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023, aset LPD tercatat sebesar Rp 5,7 miliar, dengan laba bersih Rp 153,2 juta. Dengan demikian, dalam kurun waktu satu tahun, aset LPD mengalami lonjakan sebesar Rp 1,5 miliar, mencerminkan peningkatan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan layanan LPD.

Harapan Pemucuk LPD: LPD Semakin Kuat dan Dipercaya Masyarakat

Pemucuk LPD Desa Adat Sidembunut, I Wayan Budi, saat ditemui Newsyess pada Kamis, 20 Maret 2025, di kantor LPD Desa Adat Sidembunut, Bangli, mengungkapkan rasa syukur atas pertumbuhan yang telah dicapai.

"Keberhasilan ini adalah hasil dari kerja keras seluruh tim LPD serta kepercayaan penuh dari masyarakat Desa Adat Sidembunut. Harapan kami ke depan, LPD dapat terus tumbuh dan berkembang, serta semakin dipercaya oleh masyarakat sebagai lembaga keuangan adat yang kokoh dan berdaya saing," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kunci keberhasilan LPD tidak hanya terletak pada manajemen yang solid, tetapi juga pada dukungan penuh dari krama desa adat.

"LPD bukan hanya lembaga keuangan, tetapi juga simbol kemandirian ekonomi desa adat. Jika kita terus bersatu dan mendukung keberadaan LPD, maka kesejahteraan masyarakat adat akan semakin meningkat," tambahnya.

Tantangan dan Strategi ke Depan

Meski menunjukkan kinerja keuangan yang positif, LPD Sidembunut tetap menghadapi tantangan dalam pengelolaan dan pengembangan usaha, terutama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menabung dan memanfaatkan produk keuangan LPD.

Untuk mengatasi tantangan ini, I Wayan Budi mengungkapkan bahwa LPD akan terus melakukan inovasi layanan, memperkuat digitalisasi sistem keuangan, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat menabung dan bertransaksi di LPD.

"Kami terus berbenah untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat. Salah satu langkah strategis yang kami siapkan adalah pengembangan layanan digital agar masyarakat semakin mudah bertransaksi. Selain itu, kami juga akan memperkuat program sosial sebagai bentuk tanggung jawab LPD kepada masyarakat," jelasnya.

LPD sebagai Pilar Ekonomi Desa Adat

Keberadaan LPD di Bali selama ini telah terbukti menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung perekonomian masyarakat adat. Dengan konsep dari, oleh, dan untuk krama desa adat, LPD tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga memiliki peran penting dalam pembangunan desa adat.

Sebagai contoh, dana pembangunan desa adat yang dihasilkan dari laba LPD sering digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan adat, pembangunan infrastruktur desa, hingga bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan.

Dengan capaian aset Rp 7,2 miliar dan laba Rp 158,6 juta, LPD Desa Adat Sidembunut semakin menunjukkan perannya sebagai lembaga keuangan berbasis adat yang mampu bersaing dan bertahan di tengah perubahan zaman.

Ke depan, dengan komitmen untuk terus berkembang dan beradaptasi, LPD Sidembunut diharapkan tidak hanya menjadi tempat menabung dan meminjam bagi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan desa adat secara berkelanjutan.
(Tim Redaksi Newsyess)


TAGS :