News
LPD Pohsanten Berbasiskan IT, Gelar LPJ Tahun Buku 2022 Mampu Serahkan Dana Pembangunan ke Desa Adat Sebesar Rp 180 Juta
Rabu, 18 Januari 2023
Lpd bali
Jembrana, Newsyess.com - Satu persatu lembaga Perkreditan Desa( LPD) milik adat di Bali mulai melaksanakan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pengurus LPD kepada desa adat selaku pemilik serta krama selaku penggunanya. Seperti halnya pada LPD Desa Adat Pohsanten di kabupaten Jembrana ini mampu melaksanakan LPJ tahun buku 2022 dengan berbasiskan digital serta mampu tumbuhkan aset LPD yang terus meningkat mencapai Rp 39 Miliar. Serta mampu menyerahkan dana pembangunan ke desa adat sebesar 20% dari laba LPD sebesar Rp 180 Juta.
Pemucuk LPD Desa Adat Pohsanten, I Gusti Ngurah Kade Wardana, S.Pd. ketika dihubungi Newsyess pada Rabu, 18/1/2023 lewat telepon, menyatakan perkembangan LPD di 2022, untuk aset meningkat dari Rp 34 miliar ke Rp 39 miliar. “Perkembangan laba dari 2021, Rp 840 juta. Lalu 2022 Rp 900,5 juta. Jadi ada peningkatan 7,7 persen,” jelasnya.
Dalam LPJ, ada penyerahan dana sosial kepada paguyuban pemangku serta pecalang sebesar Rp 1,5 juta . “Untuk program 2022, sudah melaunching ATM Pohsanten menuju go digital, transfer antar bank dan lainnya,” ujar dia.
Pihaknya terus sosialisasi ke masyarakat, agar mereka mau menggunakan produk LPD. “Termasuk bayar air. Jadi sekarang lewat mobile LPD Bangking, bisa transaksi,” ungkapnya.
Dari sekian nasabah, baru 20 persen yang aktif menggunakan digital. Diakui, penggunaan terkendala Signal, terutama yang berada di pegunungan. “Solusi ke depan, kami akan terapkan sistem sinyal biar terjangkau,” ujar dia.
Peran lainnya, desa adat pada 2023 merencanakan pembangunan pura Puseh. “Nanti pergunakan dana pembangunan 20 persen desa adat. Kalau kurang anggaran, LPD siap memberikan talangan,” ujar dia.
Lebih lanjut dikatakan, ada istilah kredit kepada kelompok atau seka di Desa Pohsanten di mana kita berikan intensif pembayaran tepat waktu bagi nasabah. Ada bonus bagi yang tepat waktu bayar. “Ada 38 kelompok yang pinjam. Itu untuk Sekaha subak Abian. Mengarah areal ke hutan perkebunan kering, jadi diberikan sarana prasarana pertanian,” ujarnya.
Adapun nilai kredit Rp 2 juta hingga Rp 800 juta. “Jaminan kelompok tanggung renteng, dibayar tiap bulan,” ungkapnya.
Pihaknya terus melayani secara maksimal kepada masyarakat dengan memberikan produk layanan yang unggul. “Cukup datang ke LPD, simpanan, jasa, kredit semua tercover,” ujar dia.
Sementara itu Bendesa Adat Pohsanten yang juga selaku Ketua Pengawas LPD Pohsanten, I Gusti Agung Komang Sukadarma, mengapresiasi atas LPJ dan kinerja LPD sejak 2022. “Mengucapkan terima kasih atas peran LPD serta berharap ke masyarakat Pohsanten untuk menggunakan layanan produk LPD. Bendesa akan terus mendukung penuh apa yang dikerjakan oleh LPD,” tutupnya. (yess)
TAGS :