News

Paket Sembako dan Harapan di Ujung Senja: Kisah Pilu Wayan Nik Asal Desa Sumita Gianyar Menjelang Nyepi tahun Caka 1947

 Kamis, 20 Maret 2025

Redaksi newsyess berbagi

Newsyess.com, Gianyar. 

Gianyar | Newsyess.com - 20 Maret 2025 – Dalam keheningan yang merayap mendekati Hari Raya Nyepi, di sebuah rumah sederhana di Banjar Seme, Desa Sumita, seorang lelaki tua berjuang dalam sunyi. Wayan Nik, 59 tahun, seorang buruh ukir yang kini terjebak dalam tubuh yang tak lagi mampu berdiri tegak karena sakit diabetes yang ia derita, tidak bisa berjalan kakinya tambah mengecil, menjalani hari-harinya dalam keterbatasan.  

Hidupnya seperti pahatan kayu yang ia tekuni bertahun-tahun, dipahat oleh waktu, dikeraskan oleh nasib. Tangan-tangannya yang dulu cekatan mengukir kini gemetar menahan rasa sakit yang tak kunjung reda. Ia tidak bisa berjalan, tubuhnya rapuh, tapi semangatnya masih bertahan meski digerus keterbatasan.  

Di rumah kecilnya, Wayan Nik hidup sendirian. Keluarganya merantau jauh ke Sulawesi, meninggalkan dirinya dengan kenangan dan harapan yang semakin menipis. Hidup sehari-hari ia gantungkan pada ukiran kayu, borongan yang hanya bernilai Rp150.000 per minggu, bahkan sering kali kurang karena kondisinya yang tak lagi memungkinkan untuk bekerja cepat.  

Menjelang Nyepi, ketika kebanyakan orang tengah mempersiapkan perayaan dalam kebersamaan, Wayan Nik justru semakin larut dalam kesendirian. Namun, di tengah kegetiran hidupnya, ada cahaya kecil yang menyala. Redaksi Newsyess.com datang membawa bantuan paket sembako, bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat, bukan sekadar sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga sebagai pengingat bahwa ia tidak benar-benar sendiri.  

Pesan Kemanusiaan dari Redaksi Newsyess.com  

Dalam aksi berbagi ini, Ngakan Putu Suardika, Pimpinan Redaksi Newsyess.com, menyampaikan pesan penuh makna, bukan sekadar kata-kata, tetapi juga doa yang menyentuh hati.  

"Kita tidak bisa mengubah takdir seseorang, tetapi kita bisa menjadi bagian dari perjalanannya. Semoga bantuan kecil ini menjadi berkah dan pengingat bahwa dunia masih memiliki ruang bagi kepedulian. Semoga Wayan Nik tetap sehat, diberi kekuatan, dan hatinya tetap hangat meski hidup sering terasa dingin."  

Di balik senyum lelahnya, Wayan Nik menerima paket sembako itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada rasa syukur, ada harapan yang nyaris padam namun kembali berpendar.  

Ucapan Terima Kasih untuk Para Dermawan  

Tak lupa, Redaksi Newsyess.com juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung aksi berbagi ini, terutama kepada tokoh masyarakat serta lembaga keuangan di Bali seperti Bank BPD Bali, BPR, LPD, Koperasi, dan berbagai pihak lain yang telah ikut berkontribusi dalam gerakan kemanusiaan ini.  

"Di tengah dunia yang kerap terasa tergesa-gesa, mari kita luangkan waktu untuk peduli. Karena kebahagiaan sejati bukanlah tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa banyak yang kita berikan kepada mereka yang membutuhkan."  

Sebuah pemberian mungkin tidak bisa mengubah nasib seseorang seketika, tetapi ia bisa menjadi penguat langkah, penghangat jiwa, dan doa yang membentang panjang menuju keabadian.  

Selamat menyambut Hari Raya Nyepi. Dalam senyap, mari kita saling mengingat, bahwa di sudut-sudut sunyi kehidupan, masih banyak hati yang berharap ditemukan. (TimNrwsyess)


TAGS :