Tokoh

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto: Rekrut Warga Sipil Jadi Tentara Siber untuk Perkuat Pertahanan Digital

 Selasa, 04 Februari 2025

Panglima TNI

Newsyess.com, Jakarta. 

Jakarta | Newsyess.com – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan strategi baru dalam memperkuat pertahanan siber nasional. Dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI yang digelar di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (31/1/2025), ia menyatakan bahwa TNI akan merekrut warga sipil yang memiliki keahlian di bidang siber untuk menjadi tentara siber.  

Menurut Jenderal Agus, langkah ini lebih efektif dibandingkan harus melatih prajurit TNI dari nol untuk memiliki keahlian di bidang siber.  

"Kalau di bidang lain, seperti siber, saya merekrut khusus mereka yang memang sudah memiliki keahlian. Warga sipil yang memang sejak awal bergelut di dunia siber, kita jadikan tentara," ujarnya.  

Ia menegaskan bahwa membentuk prajurit dari warga sipil yang telah memiliki latar belakang di bidang siber akan lebih cepat dan efisien dibandingkan melatih tentara yang belum memiliki dasar keahlian di bidang tersebut.  

"Dia sudah punya kemampuan siber. Kalau kita harus membentuk tentara dari awal untuk menjadi ahli siber, itu akan sulit," tambahnya.  

Kurikulum Khusus untuk Tentara Siber 

Jenderal Agus menjelaskan bahwa bagi warga sipil yang direkrut menjadi tentara siber, TNI akan menyiapkan kurikulum khusus yang disesuaikan dengan bidang keahlian mereka.  

"Karena mereka sudah memiliki kemampuan khusus, maka kurikulumnya akan kita ubah. Kita arahkan sesuai kejuruan siber yang mereka miliki, sehingga saat mereka dilantik, mereka sudah siap dengan kemampuan yang diperlukan," jelasnya.  

Langkah ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan ancaman di dunia digital yang semakin kompleks.  

Rekrutmen Perwira Prajurit Karier Tetap Dibuka  

Selain merekrut warga sipil dengan keahlian siber, TNI tetap membuka jalur rekrutmen Perwira Prajurit Karier (PK). Jenderal Agus menjelaskan bahwa perekrutan perwira PK akan lebih difokuskan pada bidang-bidang spesialisasi tertentu seperti kedokteran, psikologi, dan hukum.  

"Perwira PK tetap kita perbanyak, terutama yang memiliki spesialisasi seperti dokter, psikolog, dan ahli hukum. Namun, pelatihan dan pendidikannya akan berbeda dengan mereka yang berasal dari akademi militer, akademi angkatan laut, atau akademi angkatan udara," tuturnya.  

Perlindungan Siber Jadi Prioritas  

Langkah inovatif ini menegaskan bahwa TNI semakin serius dalam memperkuat pertahanan di dunia maya, mengingat ancaman siber kini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pertahanan negara. Dengan merekrut tenaga profesional dari kalangan sipil, TNI berharap dapat membangun pasukan siber yang lebih tangguh, responsif, dan siap menghadapi berbagai ancaman digital di masa depan. (Tim Newsyess.com)


TAGS :