Tokoh

Peran Strategis LPD Desa Adat Susut Kaja dalam Pembangunan Desa dan Gebyar 35 Tahun LPD dengan Jalan Sehat

 Minggu, 16 Maret 2025

Lpd desa adat susut kaja

Newsyess.com, Bangli. 

BANGLI | Newsyess.com – Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Susut Kaja telah menjadi pilar utama dalam menggerakkan perekonomian desa adat sejak berdirinya pada tahun 1990. Dengan mengantongi SK No. 191 Tahun 1990, keberadaan LPD tidak hanya menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi tulang punggung dalam pembangunan desa adat melalui berbagai kontribusinya.

Tahun 2024 menjadi refleksi perjalanan panjang LPD Desa Adat Susut Kaja. Dengan total aset mencapai Rp. 24,6 miliar, LPD mampu mencetak laba sebesar Rp. 413.384.375. Dari keuntungan tersebut, 20% atau sekitar Rp. 82.676.875 dialokasikan sebagai kontribusi kepada desa adat dalam bentuk dana pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Secara akumulatif, sejak kebangkitan kembali LPD pada 1999 hingga 2024, total dana yang telah dikucurkan untuk desa adat mencapai Rp. 2,4 miliar.

Peran LPD dalam Penguatan Ekonomi Desa

Dalam wawancara dengan Newsyess.com, Minggu (16/3/2025), I Dewa Agung H Eka Darma, anggota Badan Panureksa LPD Desa Adat Susut Kaja,  mengungkapkan bahwa LPD telah memberikan dampak yang signifikan dalam membangun ekonomi desa.

"Sejak awal berdiri, LPD telah memberikan banyak manfaat bagi krama desa, baik dalam bentuk pinjaman usaha, bantuan sosial, maupun dukungan terhadap berbagai kegiatan adat dan keagamaan. Kami berharap LPD tetap eksis dan semakin kuat sebagai pilar ekonomi desa adat," ujarnya.

Senada dengan itu, I Dewa Agung H Eka Darma, anggota Badan Panureksa LPD Desa Adat Susut Kaja, menjelaskan bahwa tugas pengawasan yang dilakukan Badan Panureksa sangat penting untuk menjaga tata kelola keuangan yang sehat dan transparan.

"Kami tidak hanya melakukan pemeriksaan kas dan administrasi, tetapi juga berkolaborasi dengan prajuru adat serta karyawan LPD dalam menyelesaikan berbagai persoalan, seperti kredit macet. Kolaborasi ini yang membuat LPD tetap kokoh hingga saat ini," jelasnya.

Namun, tantangan tetap ada. Menurutnya, laba tahun 2024 sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya akibat persaingan dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pemerintah yang menawarkan bunga rendah. Selain itu, regulasi baru yang mengharuskan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) ditransfer langsung ke rekening pribadi tanpa pemotongan otomatis juga berdampak pada menurunnya kredit di LPD.

Meski demikian, LPD Desa Adat Susut Kaja tetap berinovasi dengan meningkatkan pelayanan, seperti layanan pembayaran angsuran secara online dan pendekatan langsung kepada nasabah. Dengan strategi ini, LPD tetap mampu bertahan dan menjaga likuiditas keuangan yang sehat.

"Kami memastikan bahwa dana masyarakat aman. Likuiditas LPD sangat baik, sehingga nasabah yang memiliki tabungan, deposito, atau tabungan berjangka tidak perlu khawatir. Semua kewajiban bisa kami penuhi dengan baik," tambah Eka Darma.

Gebyar 35 Tahun LPD Susut Kaja: Jalan Sehat dan Senam Bersama

Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan masyarakat dan dalam rangka memperingati 35 tahun eksistensinya, LPD Desa Adat Susut Kaja akan menggelar acara Gebyar LPD 2025. Salah satu agenda utama dalam perayaan ini adalah Jalan Sehat yang akan diikuti oleh ratusan masyarakat desa.

Rangkaian acara akan dimulai dengan jalan sehat di pagi hari, diikuti dengan senam sehat bersama yang bertujuan untuk mempererat kebersamaan antara masyarakat dan LPD. Selain itu, akan ada berbagai kegiatan sosial dan hiburan untuk memeriahkan acara tersebut.

"Kami ingin masyarakat semakin merasa memiliki LPD. Karena sejatinya, keberlanjutan dan kesuksesan LPD sangat bergantung pada partisipasi dan dukungan dari krama desa. Oleh karena itu, mari kita jaga dan kembangkan LPD ini bersama-sama," ujar Bendesa Adat Susut Kaja.

Dengan semangat kebersamaan, LPD Desa Adat Susut Kaja terus berkomitmen untuk menjadi lembaga keuangan yang tangguh dan terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa adat. Gebyar 35 Tahun LPD Susut Kaja bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk semakin menguatkan peran LPD dalam menopang perekonomian dan adat budaya masyarakat. (TimNewsyess)


TAGS :