UMKM
Plt Bupati Karangasem Buka Rapat Koordinasi Teknis GIAHS di Bukit Sorga
Sabtu, 12 Oktober 2024
Kabupaten buleleng
Karangasem, Newsyess.com - Pelaksana tugas (Plt) Bupati Karangasem, Dr. I Wayan Artha Dipa, SH. MH., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Teknis Globally Important Agricultural Heritage Systems (GIAHS) di Bukit Sorga, Br. Dinas Tanah Ampo, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Jumat (11/10/2024). Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Food and Agriculture Organization (FAO) Indonesia dan Timor Leste, serta pejabat dari Kementerian Pertanian, Bappenas, dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Salak Sibetan Resmi Jadi Warisan Pertanian Dunia
Dalam sambutannya, Artha Dipa mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan atas penetapan salak Desa Sibetan sebagai bagian dari warisan sistem pertanian dunia oleh FAO. “Salak merupakan komoditas unggulan Karangasem dengan luas lahan mencapai 4.188 hektar dan produksi 240.608 kuintal per tahun. Penetapan ini menjadi kebanggaan, tetapi sekaligus tantangan bagi kita untuk melestarikan dan mempertahankan kualitasnya,” ujar Artha Dipa.
Ia menekankan bahwa penetapan ini tidak hanya menjadi pengakuan internasional tetapi juga peluang untuk meningkatkan perekonomian petani dan masyarakat lokal. "Kami berharap status GIAHS ini mampu membuka pasar global dan meningkatkan kesejahteraan para petani salak, sehingga mereka lebih berdaya dan kompetitif," tambahnya.
Sektor Pertanian sebagai Pilar Ekonomi Karangasem
Dalam pemaparannya, Artha Dipa juga menekankan pentingnya sektor pertanian dalam perekonomian daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 41% penduduk Karangasem bergantung pada sektor ini. "Pertanian bukan hanya sekadar mata pencaharian, tetapi juga warisan budaya dan identitas lokal yang harus dijaga," katanya.
Namun, ia juga mengingatkan tentang tantangan serius seperti alih fungsi lahan dan kurangnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. "Kita harus memastikan bahwa regenerasi petani muda berjalan dengan baik. Tanpa itu, keberlanjutan sektor pertanian dan status GIAHS ini akan terancam," ujar Artha Dipa.
Dukungan dari Pemerintah Pusat dan FAO
Artha Dipa menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat dan FAO atas dukungan yang telah diberikan kepada para petani salak di Desa Sibetan. Bantuan teknis dan fasilitasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan dan daya saing komoditas salak. “Kerja sama ini sangat penting agar produksi salak Sibetan bisa terus berkembang dan bersaing di pasar global,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan status GIAHS akan berdampak langsung pada ekonomi lokal dan membuka peluang investasi di sektor pertanian dan pariwisata.
Rencana Aksi untuk Keberlanjutan GIAHS
Rapat Koordinasi Teknis ini dihadiri oleh berbagai pejabat dari Kementerian Pertanian, Bappenas, Kementerian Luar Negeri, dan dinas terkait di tingkat Provinsi Bali dan Kabupaten Karangasem. Dalam rapat ini, peserta membahas langkah-langkah konkret untuk menjaga dan mengembangkan situs GIAHS di Karangasem.
Koordinasi ini diharapkan menghasilkan rencana aksi yang mencakup upaya konservasi, peningkatan kapasitas petani, hingga strategi pemasaran internasional. “Keberlanjutan GIAHS bukan hanya tugas pemerintah, tetapi butuh sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat,” tegas Artha Dipa.
Komitmen Berkelanjutan untuk Masa Depan Pertanian
Melalui rapat koordinasi ini, Karangasem berharap dapat memperkuat statusnya sebagai salah satu pusat pertanian berkelanjutan di Indonesia. "Kami berkomitmen untuk terus melestarikan warisan pertanian ini, agar manfaatnya bisa dirasakan oleh generasi sekarang dan mendatang," ujar Artha Dipa menutup sambutannya.
Dengan optimisme dan kolaborasi yang kuat, rapat ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menjaga keberlanjutan dan memaksimalkan potensi GIAHS di Karangasem, baik untuk kesejahteraan petani maupun pengembangan ekonomi daerah.(TimNewsyess)
TAGS :