Tokoh
Rembuk Stunting 2025: Wabup Tjok Surya Dorong Desa Tingkatkan Anggaran Percepatan Penanganan Stunting
Senin, 24 Maret 2025
Wakil bupati klungkung
Klungkung | Newsyess.com - 24 Maret 2025 – Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting, Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, membuka kegiatan Rembuk Stunting Kabupaten Klungkung Tahun 2025 yang berlangsung di ruang rapat SMK PGRI Klungkung, Senin (24/3). Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan hasil analisis situasi stunting, merancang rencana intervensi yang lebih efektif, serta membangun komitmen bersama dalam pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi.
Komitmen Pemkab Klungkung Menuju Zero Stunting 2030
Dalam sambutannya, Wabup Tjok Surya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Klungkung telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa/kelurahan. Hal ini dilakukan guna memastikan langkah-langkah intervensi berjalan efektif dan tepat sasaran.
"Sesuai visi dan misi Bupati, kami menargetkan pada tahun 2030 angka prevalensi stunting di Klungkung mencapai 0 persen. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh OPD, camat, perbekel/lurah, serta pihak terkait untuk menyusun rencana aksi yang terukur, bersinergi, dan berkolaborasi agar angka stunting bisa turun secara signifikan," tegas Wabup Tjok Surya saat membacakan pidato Bupati Klungkung.
Lebih lanjut, ia juga mendorong seluruh perbekel untuk meningkatkan alokasi anggaran dalam APBDes guna mendukung program percepatan penurunan stunting.
"Peran desa sangat krusial dalam menangani permasalahan ini. Oleh karena itu, saya meminta seluruh desa untuk mengalokasikan anggaran yang cukup dalam APBDes guna mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah masing-masing," tambahnya.
Pendekatan Terpadu dalam Penanganan Stunting
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Klungkung, I Wayan Suteja, menyampaikan bahwa Rembuk Stunting merupakan langkah penting dalam memastikan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara terpadu.
"Program ini tidak hanya melibatkan OPD terkait, tetapi juga sektor nonpemerintah dan masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, kita bisa mencapai hasil yang lebih optimal," jelasnya.
Dalam rembuk ini, dibahas sejumlah program strategis, termasuk:
✅ Intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif bagi ibu hamil dan balita
✅ Peningkatan akses layanan kesehatan, sanitasi, dan air bersih
✅ Edukasi dan pendampingan keluarga dalam pola asuh anak
✅ Sinergi program antara pemerintah daerah dan desa dalam penganggaran percepatan penurunan stunting
Dukungan Penuh dari Berbagai Pihak
Kegiatan ini turut dihadiri oleh:
- Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali
- Anggota Forkopimda Kabupaten Klungkung
- Ketua Tim Penggerak PKK Klungkung
- Para camat se-Kabupaten Klungkung
- Perbekel dan bendesa adat se-Kabupaten Klungkung
Dengan adanya Rembuk Stunting 2025, diharapkan seluruh pihak dapat memperkuat komitmen bersama dalam menekan angka stunting di Kabupaten Klungkung. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal dan memastikan seluruh program berjalan optimal, sehingga target zero stunting pada 2030 bisa tercapai. (TimNewsyess)
TAGS :