News

Ringankan Beban Krama, Desa Adat Siangan Berencana Luncurkan Produk Ngaben Dadakan Dengan Biaya Rp 14 Juta dengan Melibatkan LPD serta Bupda

 Minggu, 12 Maret 2023

Lpd bali

Newsyess.com, Gianyar. 

 

Diharapkan Dapat Membantu Masyarakat 

Gianyar, Newsyess.com - 
Desa Adat Siangan kembali akan meluncurkan produk dalam hal meringankan beban  masyarakat dalam upacara khususnya upacara pengabenan dadakan. Maka Desa Adat Siangan dengan bekerja sama dengan LPD Siangan dan Bupda (Baga Padruen Desa Adat) selaku penyedia sarana upacaranya di mana Desa Adat merancang biaya sebesar Rp 14 juta.
Sehingga program ini dpat membantu masyarakat Siangan. Terutama bagi krama yang tidak mampu. Sehingga produk Ngaben dadakan ini dengan melibatkan  Serati atau tukang banten Desa adat dapat menjadi solusi atas mahalnya biaya upacara Ngaben. Ini juga diharapkan pergerakan uang dapat berputar di desa Siangan, agar nantinya jika yang punya sawa tidak memiliki biaya akan dibantu sepenuhnya LPD. 
Jro Bendesa Adat Siangan, I Made Sudana, yang juga selaku ketua badan pengawas LPD Siangan ketika ditemui newsyess di sela-sela acara LPJ LPD Siangan pada, Sabtu, 11/3/2023 di kantor LPD Siangan, berharap agar terus maju. “Ketua LPD agar terus mencari terobosan agar LPD ini membumi di masyarakat Siangan. Sehingga krama tidak meminjam keluar, tapi disini. Prinsipnya dari untuk kita,” ujarnya.
Pihaknya akan membuat terobosan. Yang macet akan didekati secara humanis agar hubungan tetap harmonis namun utang lunas. 
Selama ini, manfaat yang dirasakan sangat besar. Pertama, ada dana 20 persen untuk pembangunan. Dana bukan hanya fisik, namun pembangunan mental dan spritual. Misalnya dana ogoh-ogoh. 
Kemudian, akan dibuatkan program sinergi dengan Bupda. “Uang atau modal dari LPD. Kemudian Bupda menyiapkan sarana Banten,” jelasnya.
Dengan melibatkan Bupda, estimasi biaya ngaben dadakan Rp 14 juta. “Kami sudah siapkan, ada harga Rp 15 juta, sampai Rp 27 juta. Tergantung sorohan banten,” ungkapnya.
Jadi masyarakat yang memiliki gawe, menyiapkan sarana bagi keluarga. “Urusan Banten nanti serati yang membuat. Ngaben tingkat Nuasta Geni, sampai ngayut,” ungkapnya.
Pertimbangan yang dilakukan agar Krama ringan. “Era baru ini sudah berbeda. Supaya tidak nyangu Banjar, sebelum jam 11.00, Krama budal, jadi Krama tidak memikirkan makan siang,” ungkapnya.
Untuk dana, diambil dari LPD, bisa berutang. “Cara melunasi, misalnya ada orang makte aban-aban, gula, kain, bisa dijual ke Bupda. Sisanya bisa dibayar utang dibayar selanjutnya,” ungkapnya.
Dengan program yang baik ini, dikatakan lebih lanjut, maka akan efektif dan efesien. “Jadi yang berdagang, bisa medagang, megae di hotel bisa. Jadi bisa datang di hari H. Jadi Krama tidak terikat,” jelasnya.
Pihak desa sekaligus akan menyosialisasikan program ngaben dadakan termasuk awig desa. “Kami akan ajak prajuru, saba dan kerta, jadi satu visi, satu bahasa,” tutupnya. (Ngakan Suardika)


TAGS :